Ilustrasi. Kawasan perumahan. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) berharap pemerintah bisa memberikan stimulus pajak pada tahun 2021 ini agar kredit pemilikan rumah (KPR) dapat lebih meningkat pesat pada tahun ini. Harapan ini diutarakan oleh EVP Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division BTN Suryanti Agustinar.
“Kami berharap, kalau kemarin kan hanya kendaraan bermotor (kredit kendaraan bermotor) saja yang dapat stimulus, nanti kami inginnya pemerintah juga merelaksasi biaya-biaya seperti BPHTB, PPN, semoga bisa lebih merangsang lagi orang untuk beli properti,” ujarnya, kepada Infobanknews, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia pun menyatakan kekhawatirannya bila pemerintah tidak dapat memberikan stimulus yang benar-benar dapat mendongkrak sektor properti, maka pihaknya pun juga akan kesulitan untuk menumbuhkan pembelian sektor properti di tahun ini. Menurutnya, pemerintah perlu menganggap penting dorongan atau stimulus untuk mendorong geliat sektor properti mengingat ada 175 sektor ekonomi yang terpengaruh oleh sektor properti ini.
“Kalau sektor properti maju, maka seharusnya sektor-sektor ikutannya itu kan bisa maju, jadi multiple efect-nya kan memang luar biasa. Maka, memang mudah-mudahan properti 2021 jauh lebih bagus lagi. Nah, sektor ekonomi ikutannya yang lain juga ikut tumbuh,” pungkasnya. (*) Steven
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More