Jakarta–Perusahaan startup (rintisan) teknologi, beberapa tahun belakang sedang menjamur dan tidak sedikit yang kini menjadi besar, sebut saja gojek. Hal ini didorong oleh semakin berkembangnya dunia teknologi di tanah Air.
Setelah gojek, kini muncul lagi bisnis model startup teknologi car-branding advertising di Indonesia yakni ‘Sticar’.
Perusahan ini baru saja menggelar soft launching dengan melakukan konvoi pengemudi di seputar jalan Jakarta. Dengan memasukkan aspek teknologi digital ke dalam media periklanan luar ruang tradisional, Sticar mengajak pemilik kendaraan roda empat mengubah mobilnya menjadi billboard berjalan.
(Baca juga: Pemerintah Akan Bantu Biayai Startup)
Chief Executive Officer (CEO) Sticar, Gede Rio mengatakan, bahwa setiap pengemudi yang bergabung ke Sticar, mobilnya akan dipasangi iklan suatu brand/produk, yang mana iklan itu dikelola oleh Sticar. Maka, pengemudi mendapatkan uang dari setiap kilometer yang ia tempuh.
“Di situ, Sticar punya teknologi pengukuran dan tracking yang real time,” kata Rio di Jakarta, Rabu, 30 November 2016. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More