Nusa Dua–Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya pemahaman dan pengembangan statistik dalam pengambilan kebijakan oleh otoritas. Di bank sentral, misalnya, data statistik yang baik sangat kritikal dalam mendukung analisis kebijakan.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, saat membuka Konferensi Statistik Regional (Regional Statistics Conference- RSC) di Nusa Dua, Bali, Rabu, 22 Maret 2017. Menurutnya, peran statistik sebagai big data perlu ditingkatkan.
Lewat pengembangan kualitas data statistik diyakininya akan sangat membantu mendorong perekonomian sebuah negara. “Ekonomi Indonesia mencatat perbaikan pertumbuhan sebesar 5,02 persen tahun 2016. BI mengharapkan ekonomi akan bertumbuh 5-5,4 persen di 2017,” tuturnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More