Dia melanjutkan, kondisi pasar saat ini dikuasai oleh layanan dari luar dengan porsi mencapai 65 persen. Hal ini terjadi karena layanan dari luar negeri tadi memulai bisnisnya lebih dulu daripada Telkomsigma. Dengan hadirnya solusi Star Cloud, dia optimistis akan ada migrasi besar yang masuk ke layanan dari dalam negeri.
Sebelumnya, layanan ini sempat diluncurkan pada 2 tahun silam, namun layanan ini diluncurkan kembali setelah banyak mengalami perubahan. Perubahan yang paling mendasar adalah sistem pembayaran yang ditawarkan, bisa dilakukan secara online maupun i. Tidak hanya itu, paket penawaran dan tampilan yang ada di dalamnya juga mengalami perubahan drastis.
“Dari target kami sebesar 25 ribu user, sebanyak 80 persen akan berasal dari pelaku UMKM. Sisanya akan berasal dari pelanggan individu. Harga yang kami tawarkan harus lebih rendah dari market price. Kalau disandingkan dengan Amazon atau Azure, kami bisa lebih rendah 10-15 persen dengan layanan paket yang sama,” pungkasnya. (*) Indra H
Page: 1 2
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More
Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More