News Update

Standchart Indonesia Kantongi Laba Rp459 Miliar

Jakarta – Standard Chartered Bank Indonesia (Standchart) mencatatkan laba bersih sebesar Rp459 Miliar untuk periode Semester Pertama 2019. Angka tersebut tumbuh signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp252 Miliar.

Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menyebut, kenaikan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis di berbagai lini usaha dan efisiensi biaya.

“Bank mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 82% dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan upaya berkelanjutan untuk mentransformasi Standard Chartered Bank Indonesia,” kata Rino melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis 8 Agustus 2019.

Efisiensi biaya ditunjukan dengan membaiknya rasio biaya dari 67,8% di paruh pertama tahun lalu menjadi 54,5% di tahun ini, yang merupakan refleksi dari upaya Bank dalam mengelola pengeluaran dengan lebih
optimal.

Selain itu, Standchart juga melanjutkan momentum pertumbuhan di enam bulan pertama tahun 2019 ditandai oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (dpk) masing-masing sebesar 6% YoY.

Pertumbuhan kredit terutama dibukukan di
sektor manufaktur dan konstruksi yang merupakan industri-industri penting penggerak ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, Standard Chartered juga mempertegas komitmennya untuk mendorong perdagangan di Indonesia dengan menyediakan fasilitas perbankan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan perusahaan-perusahaan Indonesia berbasis ekspor, sebesar 25% dari portofolio Bank.

Rino menambahkan, memasuki paruh kedua tahun 2019, pihaknya akan terus waspada mengingat adanya ketegangan antara hubungan Amerika Serikat dengan
mitra-mitra utamanya, sembari mencermati kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia dan fluktuasi harga minyak.

“Sebagai bank internasional yang berkomitmen tinggi terhadap Indonesia, kami akan terus memanfaatkan kemampuan jaringan global kami untuk mendatangkan investasi langsung ke Indonesia, selain juga mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia dalam upaya ekspansi ke luar negeri,” ucap Rino.

Sejalan dengan strategi Bank untuk fokus pada inovasi digital, Standard Chartered telah meluncurkan dua solusi baru yaitu SmartGoals dan Online Mutual Funds (OMF) untuk menyediakan layanan rekomendasi investasi dan juga sebagai platform transaksi reksa dana secara online yang dapat diakses melalui aplikasi mobile Bank, “SCMobile”.

“Kami terus menjalankan pengelolaan likuiditas yang cermat untuk memastikan likuiditas optimal tersedia untuk mendukug pertumbuhan Bank, sembari mempertahankan margin bunga yang optimal. Net Interest Margin (NIM) Bank meningkat dari 4.2% di H1 2018 menjadi 4.6% pada H1 2019,” tutup Anwar Harsono, selaku Chief Financial Officer, Standard Chartered Bank Indonesia,” tutupnya. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

5 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

6 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

7 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

7 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

8 hours ago