Jenny Tantono, Head of Transaction Banking Standard Chartered Indonesia. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta- Standard Chartered Indonesia menyebut, bisnis transaction banking di Indonesia punya potensi menarik seiring meningkatnya aktivitas perdagangan lintas negara. Tapi, persaingan juga sangat ketat karena sebagian besar bank menawarkan produk yang hampir sama.
Jenny Tantono, Head of Transaction Banking, Standard Chartered Indonesia, mengungkapkan, produk perbankan sebenarnya nyaris serupa. Hanya saja, cara pendekatan atau approach setiap bank yang menjadi pembeda.
“Perbedaan adalah kita mengedepankan yang namanya value buat customer,” kata Jenny dalam media briefing sekaligus perkenalan tim Transaction Banking Standard Chartered Indonesia di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
Baca juga: Standard Chartered-IFC Dorong Permodalan Swasta di Sektor Air dan Limbah RI
Ia mencontohkan, untuk memberikan value kepada customer, Standard Chartered Indonesia mengedepankan pendekatan yang konsultatif dan berbasis solusi (solution-based approach). Ini salah satu yang membedakan Standard Chartered Indonesia di antara lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia.
Dengan kata lain, Standard Chartered tidak hanya menawarkan produk. Tapi juga membantu nasabah merancang proses keuangan menyeluruh.Mulai dari integrasi sistem akuntansi dan pelaporan, hingga tata kelola transaksi lintas negara.
“Pendekatan ini memperkuat loyalitas nasabah korporasi dan memastikan setiap solusi benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka,” lanjut Jenny.
Di samping itu, sebagai bank global dengan kehadiran di lebih dari 50 negara, Standard Chartered Indonesia mempunyai akses terhadap inovasi dan infrastruktur global. Standard Chartered Indonesia bisa memanfaatkan jaringan globalnya untuk membantu perusahaan melakukan ekspansi.
Dalam konteks ini, bukan hanya perusahaan asing yang ingin masuk ke Indonesia, tapi juga perusahaan Indonesia yang ingin melakukan ekspansi ke pasar internasional.Saat ini, banyak perusahaan Indonesia yang melakukan ekspansi ke luar negeri, termasuk ke pasar-pasar baru, seperti Bangladesh, Filipina, Thailand, dan Nigeria.
“Kami melihat peluang yang besar di sektor trade finance dan cash management, terutama seiring meningkatnya aktivitas perdagangan lintas batas. Fokus kami adalah membantu nasabah mengelola arus kas dengan efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan likuiditas industri perbankan,” tutur Jenny.
Baca juga: Purbaya Bakal Investigasi Uang Pemerintah yang ‘Nganggur’ di Perbankan
Saat ini, bisnis transaction banking, baik untuk cash management maupun trade finance di Standard Chartered Indonesia memang masih didominasi perusahaan multinasional atau global subsidiaries dan financial institution maupun non financial institution.
Tapi ke depan, kontribusi perusahaan lokal berpeluang terus tumbuh seiring semakin banyaknya perusahaan yang melakukan ekspansi ke pasar luar negeri.
“Kita melihat mungkin ini bukan sesuatu yang akan overnight kejadiannya untuk berkontribusi ke bisnis kita. Tapi ke depannya dalam beberapa tahun kemudian akan menjadi salah satu penopang growth bisnis corporate banking di Indonesia,” kata Jenny. (*) Ari Astriawan
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More