Standard Chartered
Jakarta– -Kendati telah memfasilitasi produk investasi syariah, Standard Chartered Bank belum tertarik membuka Unit Usaha Syariah di Indonesia.
Head of Segments Standard Chartered Bank Ruddy Martono mengatakan, perkembangan bisnis syariah cukup baik, namun Standard Chartered masih berhati-hati dalam pengembangan bisnis syariah.
“Kita memang pendekatan pada pasarnya cenderung hati-hati. Kita lihat kompetitor ada yang masuk lalu keluar lagi. Kita masuk ke pasar syariah secara konsisten dan pasti, enggak ingin masuk terus keluar lagi,” kata Ruddy di Jakarta, belum lama ini.
Ruddy mengatakan fokus Standard Chartered untuk produk syariah adalah memberikan solusi pada nasabah dengan menawarkan berbagai produk.
“Sasaran ke depan adalah diversifikasi portofolio nasabah, bagaimana nasabah gak hanya memiliki produk konven tapi juga syariah,” ucapnya.
Country Head of Retail Banking Standard Chartered, Lanny Hendra menambahkan, Standard Charterd lebih menitikberatkan pada pemberian solusi pada nasabah.
“Kita lebih mentiikberatkan solusi pada nasabah, dan untuk target kita cukup agresif tahun ini untuk bisa memberikan addition value, dan kita inginnya growth double digit,” tukasnya.
Terbaru, Standard Chartered Bank menjadi satu-satunya bank yang menjadi agen penjual tiga reksa dana saham syariah offshore dari tiga manajer investasi global. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More