Perbankan

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting

  • Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas aset
  • Peluang ekuitas dinilai masih terbuka didorong pertumbuhan laba dan tema AI/teknologi. Obligasi emerging markets dipilih untuk yield menarik
  • Standard Chartered memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026. Reformasi regulator dan fundamental ekonomi dinilai menopang optimisme jangka panjang.

Jakarta – Standard Chartered Indonesia menegaskan arah strategi investasi 2026 melalui forum tahunan World of Wealth (WoW) ke-23 di Jakarta. Di tengah valuasi pasar yang relatif tinggi dan ketidakpastian global, bank ini mendorong pendekatan portofolio yang disiplin, terdiversifikasi, dan terstruktur lintas kelas aset.

Mengacu pada laporan Global Market Outlook 2026 – Blowing Bubbles?, Standard Chartered menilai bahwa kenaikan valuasi sejumlah aset belum mengarah pada gelembung sistemik. Dengan demikian, peluang pada aset berisiko, khususnya ekuitas, masih terbuka pada 2026, didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan serta tema struktural seperti adopsi teknologi dan artificial intelligence (AI).

Dalam forum tersebut, Standard Chartered menggarisbawahi tiga tema utama investasi 2026. Pertama, equities, dengan fokus pada pasar yang ditopang pertumbuhan laba yang berkelanjutan.

Baca juga: Riset iCIO Ungkap Dinamika Keputusan Investasi Digital di Level Direksi

Kedua, income, terutama obligasi emerging markets yang menawarkan yield menarik sekaligus memperkuat diversifikasi. Ketiga, diversifiers, seperti emas dan strategi alternatif, guna meredam volatilitas portofolio.

Strategi tersebut dijalankan melalui alokasi yang lebih terstruktur, mencakup komponen core untuk fondasi jangka panjang, tactical untuk menangkap momentum pasar, serta opportunistic untuk memanfaatkan peluang spesifik.

Pendekatan ini dirancang agar investor tetap mampu mengoptimalkan potensi imbal hasil tanpa mengabaikan pengelolaan risiko.

Menurut Donny Donosepoetro OBE, CEO, Standard Chartered Indonesia, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, pihaknya tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia. Langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator, serta fokus yang berkelanjutan pada fundamental ekonomi, menjadi fondasi penting untuk pemulihan.

“Dalam situasi seperti ini, disiplin dalam membangun portofolio dan diversifikasi menjadi semakin krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas sekaligus tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka,” jelas Donny dikutip 6 Februari 2026.

Dari sisi makro, Standard Chartered memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% pada 2026, meningkat dari 5 persen pada 2025.

Bank Indonesia diperkirakan tetap berhati-hati dalam menjaga stabilitas eksternal dan pertumbuhan domestik.

“Dengan latar tersebut, strategi investasi 2026 difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan dan proteksi, melalui diversifikasi global dan penguatan kualitas aset dalam portofolio,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Fokus Investasi di Sektor Berkelanjutan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Tak hanya berbicara strategi investasi, WoW 2026 juga menjadi ruang kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, Standard Chartered menyerahkan donasi simbolis sebesar Rp250 juta kepada Plan Internasional Indonesia untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir di sejumlah wilayah Sumatra.

Melalui World of Wealth, Standard Chartered Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra strategis nasabah Priority dan Priority Private dalam merancang portofolio yang lebih resilien pada 2026—menangkap peluang pertumbuhan, tanpa mengabaikan disiplin pengelolaan risiko. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

2 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

4 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

4 hours ago