Jakarta — Standard Chartered Bank Indonesia (Stanchart) meluncurkan dua layanan baru guna memudahkan nasabah prioritas dalam melakukan investasinya. Dua layanan tersebut adalah Online Mutual Funds dan SmartGoals.
Melalui kedua produk baru tersebut, para nasabah Standchart dapat melakukan transaksi reksa dena secara online melalui SC Mobile atau iBanking. SC Mobile dan iBanking adalah dua Iayanan digital yang otomatis akan dimiliki oleh setiap nasabah Standard Chartered Bank.
“Dengan Iayanan Online Mutual Funds, nasabah Prioritas Bank akan dimudahkan dalam melakukan transaksi reksa dena seperti pembelian, pengalihan, dan pencairan secara online,” kata Bambang Simarno selaku Managing Director&Head Wealth Management Standchart Indonesia di Jakarta, Senin 11 Febuari 2019.
Selain itu nasabah juga dapat menikmati SmartGoals yang merupakan layanan pertama kali yang ada di Indonesia yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi yang disesuaikan kemampuan keuangan dan profil investasi masing-masing nasabah Standard Chartered Bank.
SmartGoals memudahkan nasabah Prioritas untuk berinvestasi secara rutin dan juga tetap dapat mengikuti perkembagan nilai investasinya secara online.
Hingga akhir tahuh 2018 ini saja jumlah nasabah prioritas Stanchart tercatat sudah mencapai 20 ribu nasabah. Bambang berharap, dengan adanya kedua produk tersebut dapat semakin meningkatkan jumlah nasabah Stanchart. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More