Perbankan dan Keuangan

Stabilkan Sistem Keuangan, LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,5 Persen

Poin Penting

  • LPS menahan TBP simpanan bank umum di level 3,5 persen berlaku 1 Februari-31 Mei 2026.
  • TBP BPR tetap 6 persen dan simpanan valas bank umum 2 persen, tanpa perubahan dari periode sebelumnya.
  • Keputusan didukung kondisi likuiditas longgar dan SBP menurun, serta sejalan dengan kebijakan makroekonomi.

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan menahan tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan bank umum di level 3,5 persen. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026.

Kemudian, untuk bank perekonomian rakyat (BPR), tingkat bunga penjaminan simpanan tetap dipertahankan sebesar 6 persen. Sementara itu, tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing (valas) pada bank umum juga ditahan di level 2 persen.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS Ferdinan D Purba mengatakan, TBP akan terus dievaluasi secara berkala dan dapat disesuaikan sewaktu-waktu jika terjadi perubahan signifikan pada kondisi perekonomian, perbankan, dan pasar keuangan.

“TBP yang ditetapkan untuk periode reguler Januari 2026 ini tidak mengalami perubahan dari TBP yang ditetapkan untuk periode sebelumnya, periode reguler September 2025 Ferdinan dalam konferensi pers, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga: Bos LPS Ungkap Peran Strategis Sektor Keuangan Jaga Warisan Budaya

Ferdinan menjelaskan, keputusan menahan TBP mempertimbangkan sejumlah faktor. Di antaranya, suku bunga pasar (SBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing yang masih berada dalam tren menurun.

Selain itu, pertumbuhan simpanan perbankan tercatat positif dengan kondisi likuiditas yang longgar. Tingkat cakupan penjaminan simpanan juga dinilai tetap terjaga.

Baca juga: Berpotensi Dipercepat, LPS Siap Jalankan Program Penjaminan Polis pada 2027

LPS menilai TBP yang berlaku saat ini masih sejalan dengan arah kebijakan makroekonomi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Memperkuat Sinergitas Koordinasi Otoritas Moneter dan Otoritas Fiskal

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DARI pemberitaan di… Read More

10 mins ago

Transaksi Digital BSI Naik 24 Persen per Ramadan, Siapkan Likuiditas Rp45 T Jelang Lebaran

Poin Penting Transaksi digital BSI naik 24% secara bulanan selama Ramadan 2026, terutama pada layanan… Read More

13 mins ago

FIF Kantongi Laba Bersih Rp4,63 Triliun di 2025, Tumbuh 4,92 Persen

Poin Penting FIF, anak usaha Astra Financial, mencatat laba bersih Rp4,63 triliun sepanjang 2025, naik… Read More

22 mins ago

OJK Sebut BPR Ramai-Ramai Antre Merger, Ini Tujuannya

Poin Penting OJK menyebut banyak BPR antre merger untuk memenuhi aturan Single Presence Policy (SPP)… Read More

35 mins ago

OJK Imbau Investor Tetap Rasional di Tengah Ketegangan AS-Iran

Poin Penting OJK mengimbau investor ritel tetap rasional, memantau sentimen global, dan menyesuaikan keputusan investasi… Read More

43 mins ago

Driver Gojek Cek Saldo! Pencairan ‘THR’ Sudah Dimulai, Segini Besarannya

Poin Penting GoTo alokasikan Rp100 miliar-Rp110 miliar untuk BHR 2026 bagi sekitar 400.000 mitra Gojek,… Read More

1 hour ago