Keuangan

Stabilitas Sistem Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Poin Penting

  • OJK menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga, meski dinamika geopolitik dan perekonomian global masih bergejolak
  • Perekonomian global diperkirakan melambat pada 2026, dengan pertumbuhan di bawah rata-rata pra-pandemi
  • Perbedaan arah kebijakan bank sentral memengaruhi pasar keuangan global.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia masih tetap terjaga, meski di tengah dinamika geopolitik hingga perekonomian global masih bergejolak.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebutkan, secara umum perekonomian global menunjukkan perbaikan meski kinerja ekonomi Tiongkok berada di bawah ekspektasi. Aktivitas manufaktur global tetap berada di zona ekspansi dengan laju yang termoderasi.

“Untuk tahun 2026, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global masih akan berlanjut melandai dan berada di bawah rata-rata pertumbuhan pra-pandemi, seiring dengan meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDK, Jumat, 9 Januari 2026.

Di Amerika Serikat (AS), perekonomian menunjukkan kinerja yang relatif solid dengan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal III 2025 tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan di atas konsensus pasar.

Baca juga: OJK Yakin Industri Pindar Syariah Tetap Tumbuh di Tengah Kasus Gagal Bayar

Di sisi lain, pasar tenaga kerja di AS menunjukkan tanda moderasi, serta inflasi di November 2025 turun ke 2,7 persen dan inflasi inti turun ke 2,6 persen.

Sementara di Tiongkok, perlambatan ekonomi masih berlanjut dengan konsumsi rumah tangga masih tertahan. Dari sisi penawaran, PMI manufaktur kembali ke zona kontraksi dan tekanan di sektor properti masih terus berlangsung.

Mahendra menyatakan perkembangan tersebut mendorong sejumlah bank sentral kembali menumpuh kebijakan akomodatifnya. Federal Reserve atau Bank Sentral AS dan Bank of England di Desember 2025 kembali memangkas suku bunga acuan.

“Namun, Bank Sentral Jepang, Bank of Japan menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dasar warsa terakhir karena didorong oleh tekanan inflasi yang relatif persisten di Jepang,” tambahnya.

Mahendra menilai perbedaan arah kebijakan dari berbagai bank sentral tersebut turut memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Pasar saham global secara umum bergerak menguat merespons pemangkasan Fed Funds Rate (FFR), meskipun terdapat kekhawatiran terhadap potensi bubble di saham teknologi.

Baca juga: OJK Optimistis Industri Reasuransi Mampu Penuhi Ekuitas Minimum 2026

“Di sisi lain, kenaikan suku bunga di Jepang mendorong pelemahan pasar sovereign bond global, seiring dengan praktik berakhirnya, aktivitas carry trade yang selama ini menopang pasar tersebut,” jelasnya.

Di awal 2026 pelaku pasar memperhatikan perkembangan geopolitik yang terjadi di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global.

“Di tengah dinamika global itu, perekonomian domestik pada Desember 2025 mencatatkan inflasi inti yang meningkat, sektor manufaktur terpantau masih ekspansif, dan kinerja eksternal terjaga, dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

6 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

7 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

8 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

8 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

9 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

9 hours ago