Stabilitas Sektor Keuangan jadi Kunci Pemulihan Ekonomi RI 

Stabilitas Sektor Keuangan jadi Kunci Pemulihan Ekonomi RI 

Stabilitas Sektor Keuangan jadi Kunci Pemulihan Ekonomi RI 
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik yang sedang terjadi, Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 menjadi salah satu platform agenda penting di kancah internasional. Dalam pagelaran tersebut ditekankan bahwa stabilitas ekonomi dan sektor keuangan menjadi salah satu pilar utama untuk pemulihan ekonomi yang kuat.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, bahwa selama 2 tahun terakhir menghadapi pandemi Covid-19, terlihat bahwa pandemi sangat memengaruhi perekonomian Indonesia. Sehingga ia berharap dengan adanya agenda G20 ini dapat mengamati dan memahami perekonomian yang berhubungan kuat dengan kesehatan, serta diskusi terkait pembiayaan hijau.

“Sangat penting untuk memahami langsung dari sisi ekonomi yang sangat berkorelasi kuat dengan lingkungan kesehatan kita. Jika Anda melihat agenda G20 Indonesia, ini juga merupakan bagian dari transisi diskusi kami tentang ekonomi hijau ini ada dalam agenda kami,” ujar Suahasil dalam International Best Practices and Lessons Learnt on LIBOR, Senin, 13 Juni 2022.

Terkait dengan ketegangan geopolitik yang sedang terjadi terlihat adanya beberapa masalah, seperti gangguan pasokan energi. Kemudian dalam hal ini, bisnis pemerintah dalam penerbitan surat berharga dan pinjaman akan berdampak secara berkelanjutan. Sehingga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan menjadi salah satu pilar utama untuk pemulihan ekonomi yang kuat.

Ia juga menambahkan dari sisi pemerintah, pemulihan ekonomi didorong dari sisi anggaran yang dilakukan bersama Bank Indonesia. Kemudian koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter bersama dengan OJK dan LPS akan mendukung stabilitas di sektor keuangan. Dikatakan juga bahwa pemerintah sudah meminta kepada parlemen untuk menambah alokasi subsidi energi bahan bakar.

“Ini adalah agenda internasional. Penting untuk menempatkannya dalam perspektif pemulihan ekonomi, di mana kita ingin pulih bersama dan pulih lebih kuat, penting untuk menempatkannya dalam kerangka stabilitas ekonomi dan keuangan yang mendukung pemulihan bersama dan pulih lebih kuat,” ucapnya. (*) Khoirifa

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]