News Update

Stabilitas Politik dan Ekonomi Jadi Kunci Ketahanan Indonesia

Bern — Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang memiliki ketahanan ekonomi yang kuat dalam menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008. Terkait itu, Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman D Hadad menilai stabilitas politik mengambil bagian penting.

Tidak hanya melewati krisis global 2008 dengan selamat, satu dekade pascakrisis ekonomi global 2008, pertumbuhan rata-rata ekonomi Indonesia tertinggi ke-3 bagi negara anggota G-20 atau stabil di atas 5 persen pertahun dan memiliki Gross Domestic Product (GDP) lebih dari 1 triliun USD.

Fakta ekonomi Indonesia menjadi pembuka ceramah Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Prof. Muliaman Hadad, Ph.D, ketika memberikan kuliah umum berjudul “Global Financial Reform and Crisis Management Protocols: Indonesia’s Experience” di World Trade Insitute (WTI) Universitas Bern pada Senin (22/10). Dubes Muliaman membeberkan respon Indonesia dalam menghadapi krisis global di hadapan sekitar 50 orang professor dan mahasiswa WTI.

“Krisis datang dan pergi tanpa kita undang. Pertanyaannya bagaimana kesiapan kita dalam menghadapi krisis yang masalahnya bisa bersumber dari faktor internal atau eksternal,” ujar Dubes Muliaman yang juga merupakan Guru Besar Ekonomi Universitas Diponegoro itu.

Setelah terjadinya Krisis Keuangan Global, G-20 meluncurkan program reformasi keuangan yang komprehensif untuk meningkatkan ketahanan Sistem Keuangan Global, pada saat yang sama juga menciptakan struktur pasar yang lebih terbuka dan terintegrasi.

Bagi Indonesia, menurut Dubes Muliaman, pertumbuhan ekonomi negara berkembang membutuhkan dukungan stabilitas politik dan ekonomi. Di sektor keuangan, stabilitas tersebut sangat ditentukan oleh efektivitas supervisi, regulasi, dan koordinasi antara pemerintah dan para pelaku ekonomi.

“Stabilitas menjadi persyaratan penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Diperlukan penyederhanaan regulasi yang dapat menghambat efektivitas reformasi keuangan,” papar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (2012—2017) ini. “Selain itu, pengawasan dan koordinasi juga sangat penting, disamping penyederhanaan regulasi sektor keuangan.”

Kuliah umum Dubes Muliaman tentang kesiapan Indonesia menghadapi krisis ekonomi global disambut dengan antusiasme yang tinggi dari para civitas akademika World Trade Insitute (WTI). Direktur WTI, Professor Peter Van den Bossche, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Dubes Muliaman memberikan pencerahan dan perspektif lain tentang pemerintahan ekonomi dunia.

“Pengalaman panjang Prof. Muliaman di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, ditambah dengan pengalaman akademik beliau, merupakan kehormatan sekaligus keuntungan bagi WTI untuk mendengarkan ceramah beliau langsung,” ujar Professor Peter Van den Bossche.

Ditambahkan oleh Rebecca Gilgen, Koordinator Akademik WTI, bahwa antusiasme para mahasiswa sangat tinggi sekali mendengarkan ceramah Prof. Muliaman. “Jarang sekali kita dapati seorang Professor yang juga memiliki karir panjang di sektor keuangan dan juga seorang duta besar.”

Kuliah umum “Global Financial Reform and Crisis Management Protocols: Indonesia’s Experience” merupakan bagian dari rangkaian dari WTI Global Economic Governance Seminar Series. World Trade Institute (WTI) merupakan salah satu institut terbaik di dunia yang berfokus pada penelitian, pendidikan, dan dukungan kebijakan di bidang tata kelola ekonomi global, hukum ekonomi internasional, dan keberlanjutan ekonomi internasional. WTI mencetak alumni yang bekerja berkiprah di sektor pemerintahan, bisnis, dan penasehat hukum perdagangan internasional di World Trade Organization (WTO). (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

7 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

7 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

10 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

11 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

11 hours ago