Market Update

SSIA Raih Pendapatan Konsolidasi Rp3,31 T di Kuartal III 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting

  • Pendapatan konsolidasi SSIA hingga September 2025 tercatat Rp3,31 triliun, turun 14,2% secara tahunan.
  • Segmen konstruksi tumbuh 4,8% yoy menjadi penopang utama di tengah penurunan segmen properti dan perhotelan.
  • SSIA berhasil membalik rugi jadi laba pada kuartal III 2025 dengan lonjakan 464,7% qoq menjadi Rp38,8 miliar.

Jakarta – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) telah melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,31 triliun hingga September 2025 atau mengalami penurunan 14,2 persen dari Rp3,86 triliun periode yang sama tahun lalu.

Meski menurun, pendapatan tersebut ditopang oleh segmen konstruksi yang tumbuh 4,8 persen yoy menjadi Rp2,64 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,52 triliun, didukung oleh kemajuan proyek yang stabil dan pelaksanaan kontrak baru. 

Kemudian, disusul oleh segmen properti yang memberikan kontribusi Rp545,0 miliar atau turun 19,4 persen secara tahunan dibandingkan Rp676,0 miliar pada tahun lalu.

Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun

Sementara itu, pendapatan perhotelan mencapai Rp351,9 miliar menurun dari Rp821,4 miliar pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh renovasi besar di Paradisus by Meliá Bali (sebelumnya Meliá Bali Hotel), yang merupakan investasi strategis untuk meningkatkan nilai jangka panjang dan pengalaman tamu.

Namun, hingga September 2025, SSIA mencatat laba bersih konsolidasi Rp6,5 miliar, anjlok dibandingkan Rp228,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, secara kuartalan, SSIA berhasil membalikkan keadaan dengan laba bersih kuartal III 2025 naik 464,7 persen (qoq) menjadi Rp38,8 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp10,6 miliar pada kuartal sebelumnya.

Baca juga: Anak Usaha SSIA Kolaborasi Dengan SCP Promosikan Peluang Investasi di RI

Adapun, posisi kas perseroan hingga September 2025 tercatat Rp1,61 triliun, atau mengalami penurunan tipis 4,2 persen dari Rp1,68 triliun pada periode September tahun lalu.

Hal itu disebabkan, utang berbunga perseroan tercatat sebesar Rp1,55 triliun pada September 2025, naik 17,4 persen dari Rp1,32 triliun pada semester 2025, dengan rasio utang terhadap ekuitas (gearing) pada September 2025 sebesar 19,0 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

8 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

15 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago