Jakarta–Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyerahkan realisasi penerimaan pajak semester satu kepada Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sri Mulyani mengungkapkan, hingga semseter satu tahun 2017 penerimaan pajak menunjukkan kinerja yang lebih baik dari semester satu 2016, di mana secara keseluruhan tumbuh 9,6 persen. Tercatat realisasi penerimaan pajak pada semester satu 2017 sebesar Rp571,9 triliun.
“Dibandingkan pertumbuhan semester satu tahun lalu (yang) negatif 2,5 persen. Atau dengan total kumulatif naik 12,1 persen,” ungkap Sri Mulyani di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.
Selain itu Sri Mulyani mengungkapkan, kinerja positif juga tercermin dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tumbuh sebesar 13,5 persen. Dengan kumulatif tumbuh 16,6 persen dari semester satu tahun lalu. “Kalau PPN, semester satu tumbuh 13,5 persen. Semester satu tahun lalu negatif 3,1 persen,” terangnya.
Selain itu untuk kinerja pajak penghasilan orang pribadi semester satu tahun ini juga tercatat lebih baik dari seluruh tahun 2016. PPH orang peribadi, menurut Sri Mulyani, ini juga dinilai naik akibat kepatuhan yang meningkat.
Selain itu pada bea keluar tercatat juga meningkat sebesar 31,6 persen untuk semester satu, jauh berbanding terbalik pada tahun lalu yang negatif 33 persen. Sri Mulyani mengungkapkan, akan tetap menjaga penerimaan perpajakan hingga akhir tahun 2017.
“Dengan beberapa indikator ini kami akan tetap menjaga penerimaan perpajakan diperbaiki sampai akhir tahun 2017,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More