Ilustrasi: Proyek perumahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memberikan restu untuk meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pembiayaan perumahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dari sebelumnya Rp5 miliar menjadi Rp20 miliar.
Sebelumnya, pemerintah berencana menyediakan KUR untuk pembiayaan perumahan bagi pelaku UMKM dengan plafon yang ditingkatkan hingga Rp20 miliar.
“Ini juga sudah disiapkan KUR-nya yang sifatnya Rp5 miliar untuk UMKM dan bisa revolving dan itu plafon-nya jadi Rp20 miliar Pak Menteri (Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait). Ibu (Menteri Keuangan Sri Mulyani) sudah setuju jadi hari ini sudah jalan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, dikutip, Rabu, 6 Agustus 2025.
Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Stimulus Kuartal III 2025 Rp10,8 Triliun
Selain itu, pemerintah juga mendorong pertumbuhan investasi, antara lain dengan melakukan deregulasi, meningkatkan kapasitas SDM, dan memperkuat dukungan fiskal melalui berbagai insentif seperti tax holiday, tax allowance, super deduction, serta koordinasi antar kementerian/lembaga.
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk sektor properti hingga Desember 2025.
“PPN DTP untuk sektor properti 100 persen (untuk rumah seharga) sampai dengan Rp2 miliar sampai bulan Desember,” pungkasnya.
Baca juga: FLPP Semester I 2025 Tembus Rp18,8 Triliun, Ini Target Rumah yang Dibangun
Di sisi lain, pemerintah juga turut mendorong program pembiayaan perumahan melalui dua skema utama yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta KUR perumahan bagi pelaku UMKM.
“Pemerintah juga terus melanjutkan program FLPP dan juga kredit program perumahan, KUR perumahan untuk mendorong UMKM di mana ini disiapkan untuk 450 ribu perumahan regulasinya sudah disiapkan dan 350 (ribu) FLPP, yang 450 (ribu) KUR,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG turun 0,26 persen ke level 7.343 pada awal perdagangan Jumat. Sebanyak 262… Read More
Oleh Eko B Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group PERANG Iran vs Israel-Amerika Serikat (AS)… Read More
Poin Penting IHSG diperkirakan masih berpeluang melemah ke area 7.265-7.298. Pada perdagangan sebelumnya IHSG ditutup… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun hampir 15 persen secara year-to-date (ytd)… Read More
Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More
Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More