News Update

Sri Mulyani: Milenial Bisa Contoh GO-JEK Datangkan Capital Inflow

Jakarta – Aliran modal (capital inflow) dari investor global kepada perusahaan teknologi di Indonesia akan menambah ketersedian (supply) dollar Amerika Serikat (USD).

Pemerintah memotivasi generasi milenial untuk mendirikan perusahaan rintisan (start up) dengan daya tarik kuat bagi investor seperti dicontohkan GO-JEK di Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengungkapkan perusahaan start up seperti GO-JEK merupakan salah satu perusahaan Unicorn dari Indonesia yang menyedot minat investor global untuk berinvestasi di Indonesia.

”Kalau tiba-tiba ada investor di sana (luar negeri) yang senang dengan GO-JEK, wah GO-JEK itu Unicorn yang keren banget ya, saya mau masuk deh, misalnya Jack Ma masukin USD 1,5 billion, lalu Google masukin USD 1,5 billion, maka dana yang masuk ke Indonesia (capital inflow) itu USD 3 billion tuh, itu suplai dollar kita naik,” jelas Sri Mulyani ketika berbicara pada Millennials Festival di Cinema XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, akhir pekan kemarin.

Pada acara yang juga menghadirkan CEO GO-PAY, Aldi Haryopratomo, dan Pandu Sjahrir, Komisaris Shopee Indonesia, sebagai pembicara itu, Sri Mulyani menghimbau para generasi milenial untuk mendirikan perusahaan teknologi yang menghadilkan produk atau jasa yang berdampak positif terhadap perekonomian nasional dan masyarakat.

Dengan demikian, jumlah perusahaan digital yang seperti demikian akan bertambah banyak serta menarik minat investor global untuk berinvestasi di perusahaan start up Indonesia.

“Saya meminta kalian untuk menciptakan perusahaan yang seperti itu, you attract capital inflow,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu kepada para audiens yang mayoritas dari generasi milenial.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyarankan generasi muda meluangkan waktunya untuk meningkatkan produktivitas dan kreatifitas yang mampu menganalisa solusi dari suatu masalah.

Sri Mulyani mencontohkan Aldi Haryopratomo, CEO GO-PAY, yang berhasil menjembatani ibu-ibu di salah satu desa di Cilegon, Banten, untuk melakukan arisan digital agar bisa membeli panci.

”That is exactly yang saya katakan untuk mencari peluang dari problema. Dia (Aldi) kan keren, harusnya ketemu Menteri Keuangan, tetapi kok ngurusin ibu-ibu arisan panik,” ujar Sri Mulyani.

Aldi Haryopratomo menambahkan perekonomian digital di Indonesia relatif baru dan dibidik oleh investor dan talenta internasional untuk masuk ke Indonesia. Tujuannya agar bisa mengembangkan perekonomian digital.

Grup GO-JEK, seperti dituturkan Aldi, telah melakukan perannya sebagai pelaku usaha digital dengan menciptakan perekonomian berkelanjutan bagi masyarakat di perkotaan dan pedesaan.

”Contohnya saya ke desa di Cilegon, harga panci mahal kalau lebaran kalau masaknya gantian, seminggu sebelum lebaran masak karena gantian masaknya, harga pancinya Rp 60 ribu sebulan dicicil dalam 10 bulan,” Aldi mencontohkan.

Untuk mengurai permasalahan itu, Aldi mengunjungi pabrik panci untuk memeroduksi panci yang dikhususkan bagi ibu-ibu tersebut seharga Rp 250 ribu per unit. Lalu, para ibu rumah tangga itu melakukan arisan agar bisa membeli panci. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

8 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

9 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

10 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

11 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

11 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

12 hours ago