News Update

Sri Mulyani Jabarkan Pengelolaan Utang ke DPR

Jakarta–Nenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai pengelolaan utang dalam pemerintahan Jokowi-JK. Tercatat utang pemerintah pusat sampai dengan akhir bulan Juli 2017 mencapai Rp3.779,98 triliun atau mengalami kenaikan Rp73,47 triliun dibandingkan utang di Juni yang sebesar Rp3.706,52 triliun.

Sri Mulyani menyebut, pengelolaan utang saat ini lebih mengedepankan kehati-hatian dengan lebih fokus untuk investasi kepada Sumber Daya Manusia dan membangun Infrastuktur guna mendukung perekonomian nasional.

“Kami juga perlu investasi di bidang pendidikan dan infrastruktur. Indonesia perlu juga investasi SDM sekarang juga, itu kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Selain itu, kami juga perlu lindungi masyarakat miskin,” ungkap Sri Mulyani di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Senin, 4 September 2017.

Sri Mulyani menambahkan, dalam segi Infrastuktur, proyek dalam investasi pembangunan telah membuahkan hasil dan manfaat bagi masyarakat, salah satunya pada proyek pembangunan ‎Mass Rapid Transit (MRT) rute Lebak Bulus-Senayan-Bundaran HI,‎ dimana tercatat menggunakan dana hutang sebesar Rp 24 triliun.

“Dengan utang itu, pembangunan MRT dalam masa konstruksi telah menyerap 44 ribu lapangan kerja dan nantinya bisa membawa 412 ribu orang per hari, sehingga bisa mengurangi emisi kendaraan,” ungkap Sri Mulyani.

Selain proyek MRT, Sri Mulyani juga menjabarkan proyek lain pemerintah untuk pembangunan waduk Jatigede dimana terdapat nilai proyek senilai Rp 4 triliun.

“Contoh lain misal proyek waduk Jatigede dengan nilai proyek senilai Rp 4 triliun yang mampu mengalirkan air ke sembilan ribu hektar persawahan dan dapat menghasilkan listrik 100 megawatt,” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, dengan proyek pembangunan di berbagai infrastruktur diharapkan dapat tepat sasaran dengan memberikan manfaat yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kita memang fokuskan belanja negara yang sangat berhubungan dengan masyarakat dan Infrastuktur, dan kami berharap seluruh pembangunan ini dapat berdampak langsung ke masyarakat dan tepat sasaran ” tukas Sri Mulyani. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

7 mins ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

2 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

3 hours ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

5 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

6 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

17 hours ago