Moneter dan Fiskal

Sri Mulyani Ajukan Pagu Anggaran Kemenkeu Rp46,25 Triliun

Jakarta – Kementerian Keuangan  mengajukan pagu indikatif Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp 46,25 triliun kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Total tersebut terdiri dari rupiah murni sebesar Rp32,49 triliun, BLU sebesar Rp13,72 triliun dan hibah luar negeri sebesar Rp29,9 miliar.

“Kami menetapkan mengenai bagaimana kami menempatkan prioritas Kementerian Keuangan sesuai dengan proyek nasional, unggulan, dan dari sisi kegiatan yang berhubungan dengan fungsi kami,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks DPR RI Jakarta, Senin 2 Juli 2018.

Sementara secara rinci total pagu indikatif khusus Kementerian Keuangan diperuntukan bagi belanja pegawai totalnya Rp21,34 triliun, belanja barang Rp9,46 triliun, dan belanja modal Rp1,72 triliun, totalnya adalah Rp32,49 triliun.

Sri Mulyani memaparkan, anggaran yang diajukannya itu adalah untuk menyokong kinerja kementerian guna mendukung enam program prioritas nasional yang dipegang kementariannya, antara lain di bidang kesehatan, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, ketahanan energi. Tak hanya itu, pihaknya juga fokus pada penanggulangan kemiskinan, pembangunan wilayah, serta politik, hukum, dan pertahanan keamanan.

Sri Mulyani juga memaparkan, pagu tersebut juga dibagi berdasarkan direktoratnya yakni Sekretariat Jenderal Rp 20,9 triliun, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Rp 12,6 triliun, serta Inspektorat Jenderal Rp 110 miliar. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Anggaran Rp 130 miliar, Direktorat Jenderal Pajak Rp 7,2 triliun, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rp 3,2 triliun, dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Rp 122 miliar.

Selain itu pagu juga diperuntukkan bagi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Rp 128 miliar. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara tercatat Rp 784 miliar, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Rp 739 miliar, dan Badan Kebijakan Fiskal Rp 143 miliar.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

5 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago