Properti

SPS Group Gelontorkan Investasi Rp20 Triliun Untuk Bangun Kota Baru di Cikarang

Jakarta – Sri Pertiwi Sejati (SPS) Group akan mengembangkan sebuah kota baru di Cikarang, Bekasi. SPS Group siap menggelontorkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk membangun kota seluas 500 hektare yang dinamakan Cikarang International City (Cinity) tersebut. Kota baru ini digagas sebagai pusat area komersial dan residensial.

Dari total lahan seluas 500 hektare, tahap awal akan dikembangkan seluas 50 hektare. Kota baru ini terpisah dari kota industri yang sudah identik dengan Cikarang. SPS Group merancang Cinity 100% township, dan menghadirkan outdoor shopping street seluas 35 hektare.

Menurut CEO Cinity, Ming Liang, Cinity akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra untuk membentuk ekosistem, termasuk mendukung UMKM. Dalam mengembangkan Cinity, pihaknya juga terbuka untuk menggandeng partner, baik investor asing maupun investor lokal. Saat ini, sudah ada investor asal Jepang yang berpartner dalam mengembangkan hunian di Cinity, Premier Lake Residence.

“Kami terbuka untuk partnership, baik dengan partner lokal maupun asing. Cinity kami targetkan menjadi kota dagang. Tentu kita juga harus menggandeng pemerintah sebagai regulator,” ujar Ming dalam Peluncuran Kota Baru Cinity di Jakarta, Rabu, 1 Februari 2023.

Ia menambahkan, kebutuhan hunian di kawasan Cikarang sangat tinggi. Apalagi di kawasan ini terdapat lebih dari 4.000 pabrik multinasional, sehingga demand akan hunian juga besar. Di lain sisi, kebutuhan akan pusat retail dan perdagangan juga tinggi, dengan komunitas yang sudah terbentuk di kawasan itu.

”Kami percaya market UKM di Cikarang sangat cocok dikarenakan terdapat 4.000 pabrik multinasional yang beroperasi, sehingga menunjukan demand yang besar. Didukung juga adanya supply chain sehingga kawasan ini ideal sebagai trade city . Selayaknya kota perdangangan di China, Cinity juga akan menjadi pusat bisnis dan pusat perdagangan,” ujarnya.

Dalam mengembangkan Cinity, SPS Group memang menggandeng HIPPINDO (Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia). Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung okupansi retail street di Cinity. Selain berkontribusi terhadap tenancy mix, kerja sama ini sekaligus untuk mendukung Kementerian Koperasi dan UKM dalam program Kawasan Khusus UMKM yang akan dikembangkan di Cinity ke depan.

Sementara, Founder Sri Pertiwi Sejati, Asmat Amin mengatakan, di antara sekian banyak landbank yang mereka miliki, Cinity menjadi salah satu yang terbaik, dengan posisi paling strategis untuk dijadikan township di Cikarang. Maka itu, SPS Group mengembangkan Cinity dengan konsep when nature meets future, sebagai hunian sekaligus investasi properti yang menjanjikan.

“Kota baru Cinity tidak sebatas sebuah pusat kawasan residensial dan komersial, namun akan menjadi ikon wisata baru melalui kehadiran Alun-Alun dan Islamic Center yang akan didesain langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil,” ujarnya. (*) Ari Astriawan

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

1 hour ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

3 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

4 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

5 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

5 hours ago