Kantor Sompo Insurance. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan perlindungan kesehatan bagi masyarakat di tengah kenaikan biaya layanan medis.
Inflasi medis diproyeksikan tetap berada pada level tinggi, baik di tingkat nasional maupun regional, sepanjang 2026.
Kondisi ini menjadi tantangan utama bagi konsumen dan pelaku usaha dalam mengelola risiko biaya kesehatan yang tidak terduga.
Laporan Willis Towers Watson (WTW) mengenai tren kesehatan 2026 memproyeksikan inflasi medis di Indonesia mencapai sekitar 15 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 14 persen.
Dampak inflasi medis tidak hanya dirasakan individu dan keluarga, tetapi juga perusahaan yang perlu menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan karyawan tanpa membebani arus kas.
Baca juga: Sompo Insurance Optimalkan Peran Agen untuk Perluas Perlindungan Aset Masyarakat
Chief Health Officer Sompo Insurance, Dolly Ritonga mengatakan, peningkatan biaya layanan kesehatan mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap pentingnya proteksi kesehatan.
“Di tengah tantangan biaya dan kompleksitas kebutuhan kesehatan, masyarakat kini semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Sompo Insurance berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memudahkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Januari 2026.
Lebih lanjut Dolly menjelaskan, Sompo Insurance menyediakan solusi asuransi kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis perusahaan berskala besar, menengah, hingga mikro, melalui Sompo HealthCare+.
Bagi Sompo Insurance, asuransi kesehatan tidak hanya berperan sebagai transaksi finansial, tetapi juga sebagai bagian dari strategi proteksi aset dan perencanaan kesehatan jangka panjang.
“Sompo HealthCare+ hadir melengkapi manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan (BPJS), dan menjadi solusi penting untuk menekan risiko biaya layanan kesehatan yang tidak terduga,” jelas Dolly.
Baca juga: Sompo Insurance Luncurkan Kampanye Selamat Sompo Tujuan Fase Tiga
“Asuransi swasta berperan sebagai pelengkap dan menawarkan perlindungan tambahan seperti rawat inap dengan fasilitas yang lebih luas, rawat jalan, obat-obatan khusus, serta manfaat untuk risiko penyakit kronis yang belum sepenuhnya tercakup oleh BPJS. Hal ini dapat membantu menutup celah risiko finansial akibat lonjakan biaya kesehatan,” imbuhnya.
Hingga akhir 2025, Sompo Insurance melayani asuransi kesehatan di lebih dari 300 perusahaan dan UMKM. Sompo Insurance terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi asuransi kesehatan yang berkelanjutan.
Di tengah tantangan inflasi medis dan masih terbukanya peluang pasar, Sompo Insurance tetap optimistis pertumbuhan asuransi kesehatan akan terus berlanjut pada 2026. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More