Jakarta–PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) terus melakukan pengembangan bisnis di tahun 2016, setelah di tahun sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 21%.
Pada semester pertama 2016, pertumbuhan premi Sompo Indonesia tercatat sebesar 22% atau mencapai Rp637 miliar.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan ini tercapai melalui upaya kami memberikan solusi terbaik dalam layanan asuransi terhadap nasabah dan mitra bisnis serta dukungan segenap karyawan Sompo Indonesia yang memberikan pelayanan terbaik,” ujar Head of Sales Sompo Indonesia, Hidenori Washibe dalam siaran persnya, Rabu, 3 Agustus 2016.
Sompo Indonesia sendiri menargetkan premi Rp1,45 triliun di tahun 2016 ini. Untuk mendukung pencapaian tersebut, upaya yang akan dilakukan dengan menggenjot bancassurance, dan pengembangan produk lainnya. Sompo Indonesia juga berencana membuka kantor di 20 lokasi dari 14 lokasi yang ada saat ini.
“Kami sangat puas dengan pencapaian di tahun 2015 serta semester pertama 2016 ini. Kami mendapat pengakuan dari kantor regional dan hal ini membuat kami termotivasi untuk bekerja lebih keras untuk hasil yang lebih baik di 2016. Selain kantor baru, kedepannya kami juga akan membuka lini-lini bisnis serta produk-produk baru. Kami percaya saat ini kami turut berkontribusi bagi pasar asuransi yang lebih baik serta berkontribusi untuk mencetak karyawan-karyawan bertalenta,” tambah Presiden Direktur Sompo Indonesia, Daniel Neo. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More