Jakarta – PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) menghadirkan skema baru asuransi kesehatan khusus untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi respons perusahaan terhadap lonjakan inflasi biaya kesehatan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Chief Health Officer Sompo Insurance, Irfan Firdaus menyoroti urgensi perlindungan kesehatan tambahan bagi pekerja UMKM di tengah tren kenaikan biaya medis yang kian mengkhawatirkan.
“Meningkatnya biaya perawatan medis dan dampaknya bagi premi asuransi kesehatan menjadi perhatian besar bagi kita semua,” ujarnya di Jakarta, Senin, 17 Maret 2025.
Baca juga: Laba Asuransi Umum Anjlok, Pengamat Sarankan Industri Terapkan Strategi Ini
Laporan Willis Towers Watson (WTW) terkait tren kesehatan 2025 mencatat, biaya kesehatan di Indonesia sejak pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 19,4 persen.
“Tren ini masih terus berlanjut hingga 2026 dengan inflasi kesehatan diperkirakan tetap di dua digit,” ungkap Irfan.
Menurutnya, pelaku UMKM kerap menghadapi keterbatasan dalam menyediakan perlindungan kesehatan optimal bagi karyawan, meskipun kesehatan pekerja memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan keberlangsungan usaha.
Irfan menjelaskan, Sompo Insurance telah menyediakan layanan asuransi kesehatan kumpulan untuk perusahaan, termasuk UMKM, sejak tahun 2015. Namun, skema terbaru ini memberikan sejumlah keuntungan lebih bagi pelaku UMKM.
Di antaranya, perusahaan yang membeli produk asuransi ini dapat langsung menggunakan jaringan fasilitas kesehatan yang terdaftar di Sompo Insurance tanpa masa tunggu untuk beberapa jenis penyakit yang biasanya berkisar antara enam bulan hingga satu tahun.
Baca juga: Inflasi Medis Masih Menghantui, Ini yang Bakal Dilakukan PertaLife
“Persyaratan untuk mendapatkan manfaat ini pun cukup fleksibel, yakni dengan total premi minimal Rp50 juta per tahun atau jumlah karyawan minimal 10 orang,” imbuhnya.
Produk ini sudah tersedia di lebih dari 25 jaringan kantor pemasaran Sompo Insurance di seluruh Indonesia. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More