Jakarta – Industri keuangan memainkan peran strategis terhadap perekonomian suatu negara. Bagaikan urat nadi perekonomian, industri keuangan dituntut dapat memberikan pelayanan prima dengan tingkat manajemen risiko yang memadai.
Dengan persaingan yang semakin ketat di industri ini, inovasi teknologi menjadi tidak terhindarkan, terutama dalam memberikan layanan yang nyaman, aman, cepat dan berkualitas, kepada seluruh pelanggannya di manapun mereka berada.
Untuk mempertahankan kepercayaan nasabah, solusi ICT Lintasarta membantu industri keuangan, baik perbankan maupun keuangan non-bank, berekspansi serta kreatif dalam menciptakan peluang pasar melalui produk dan layanannya.
“Kami telah berpengalaman dalam membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi melalui penyediaan solusi ICT yang terpadu dengan jaminan keamanan dan pengawasan yang tinggi guna memastikan kelancaran komunikasi antar kantor cabang,” kata Arya Damar, Direktur Utama Lintasarta.
Produk solusi keuangan yang ditawarkan Lintasarta, diantaranya :
1. LINTASARTA MOBILITY ACCESS
Solusi Lintasarta Mobility Access menawarkan akses data berbiaya rendah untuk pelanggan dengan mobilitas bisnis yang tinggi.
2. LINTASARTA MANAGED WAN OPTIMIZER
Layanan Lintasarta Managed WAN Optimizer menjamin kelancaran komunikasi data antara kantor pusat dan kantor cabangnya yang tersebar di pelosok Nusantara dengan penggunaan bandwidth yang optimal.
3. LINTASARTA CLOUDEKA
Lintasarta Cloudeka membantu menyederhanakan kompleksitas IT Operation serta menjamin kelancaran dan keberlangsungan bisnis di perusahaan Anda
4. LINTASARTA DATA CENTER
Dengan berkembangnya aktivitas bisnis, layanan Lintasarta Data Center merupakan solusi yang tepat bagi berbagai kebutuhan penyimpanan dana yang handal dan terpercaya. (*) Ayu Utami
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More