Market Update

Soechi Lines (SOCI) Nilai Tensi AS-Venezuela Tak Berdampak Langsung ke Kinerja Perseroan

Poin Penting

  • Soechi Lines menilai tensi geopolitik AS-Venezuela tidak berdampak langsung pada kinerja karena mayoritas kapal terikat kontrak time charter.
  • Operasional SOCI fokus di perairan domestik Indonesia, sehingga minim terpapar konflik geopolitik global.
  • Kinerja hingga September 2025 tetap solid, dengan utilisasi armada 87 persen dan laba bersih USD12 juta.

Jakarta – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) sebagai emiten kapal pelayaran dan galangan kapal menyatakan bahwa memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela tidak berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perseroan.

Direktur SOCI, Paula Marlina, menjelaskan minimnya dampak tersebut karena sebagian besar kapal perseroan saat ini beroperasi dengan skema time of charter atau terikat kontrak jangka waktu tertentu.

“Ke depannya terus terang kita juga belum paham dampak secara langsung ke depannya seperti apa. Tapi untuk saat ini belum ada dampak yang signifikan,” kata Paula dalam Paparan Publik di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Paula, model kontrak time charter membuat pendapatan perseroan relatif stabil meskipun terjadi dinamika geopolitik global.

Baca juga: Antisipasi Gejolak Venezuela, Pemerintah Genjot Produksi Minyak Nasional

Paula menambahkan, sebagian besar kapal Soechi Lines beroperasi di perairan Indonesia, khususnya untuk pengangkutan minyak dan gas guna memenuhi kebutuhan domestik. 

“Jadi jalur pelayarannya utamanya sebetulnya intra-island Indonesia, sehingga memang kalau perang Rusia-Ukraine, Venezuela-Amerika, mungkin juga konflik-konflik di negara-negara Timur Tengah yang memang tidak banyak kita lalui, tidak terlalu berdampak terhadap kinerja Southerlands,” imbuhnya.

Strategi Jaga Utilisasi Armada dan Galangan Kapal

Pada 2026, perseroan memastikan pemenuhan kontrak penyewaan kapal guna menjaga tingkat utilisasi armada tetap optimal. Dari sisi galangan kapal, Soechi Lines juga berupaya menangkap peluang pasar untuk meningkatkan utilisasi fasilitas galangan.

Baca juga: BBRM Bakal Tambah Kapal Baru untuk Dongkrak Kinerja 2026

Beberapa langkah strategis yang ditempuh antara lain menjaga porsi kontrak time charter hingga 80-90 persen dari total kapasitas DWT armada, mempertahankan utilisasi rata-rata kapal minimal 80 persen, serta melakukan dry docking dan perawatan armada secara berkala.

Selain itu, perseroan juga memperluas pasar galangan kapal dan memperkuat manajemen risiko operasional baik pada armada maupun fasilitas galangan.

Kinerja Keuangan

Sebagai informasi, sepanjang sembilan bulan pertama 2025, Soechi Lines membukukan pendapatan bersih sebesar USD118,0 juta, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar USD120,4 juta.

Pendapatan tersebut berasal dari segmen pelayaran sebesar USD102,6 juta dan galangan kapal sebesar USD15,4 juta. Utilisasi armada kapal tercatat rata-rata 87 persen selama periode tersebut.

Baca juga: Insiden Kapal Labuan Bajo, DPR Soroti Lemahnya Pengawasan dan Mitigasi Cuaca

Sementara itu, EBITDA perseroan mencapai USD47,9 juta pada September 2025, tumbuh 5 persen dibandingkan September 2024. Kondisi ini menghasilkan laba bruto sebesar USD31,8 juta dan laba usaha USD23,6 juta.

Adapun laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD12,0 juta hingga akhir September 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Friderica Widyasari Dewi Ungkap Alasan Ikut Seleksi Bos OJK

Poin Penting Friderica Widyasari Dewi mengaku terpanggil untuk maju sebagai calon Anggota Dewan Komisioner OJK… Read More

3 mins ago

OJK: Tak Ada Kepanikan Berlebihan di Pasar Saham Domestik

Poin Penting: OJK menilai tidak ada kepanikan berlebihan di pasar saham domestik meski terjadi eskalasi… Read More

11 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah Tipis ke 7.437, Mayoritas Sektor Masih Menguat

Poin Penting IHSG sesi I turun tipis 0,04 persen ke level 7.437,80 dari pembukaan 7.440,91… Read More

56 mins ago

Ini Jadwal Operasional BNI Selama Libur Lebaran 2026

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) membuka layanan operasional terbatas di sejumlah cabang selama libur… Read More

57 mins ago

DPR Dukung Pembatasan Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

Poin Penting Puan Maharani mendukung pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi… Read More

1 hour ago

Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Beberkan 8 Kebijakan Perkuat Sektor Jasa Keuangan

Poin Penting Friderica Widyasari Dewi mengikuti fit and proper test calon Anggota DK Otoritas Jasa… Read More

2 hours ago