Keuangan

Soal Rencana Meger AUM BUMN, Bos Bank Mandiri Bilang Begini

Poin Penting

  • Bank Mandiri siap mengikuti kebijakan Danantara soal rencana merger manajer investasi BUMN.
  • Tiga MI BUMN dikabarkan gabung, yakni BRI, Bank Mandiri, dan BNI dengan AUM sekitar USD8 miliar.
  • Konsolidasi MI BRI, Bank Mandiri, dan BNI diyakini mendorong efisiensi, laba, dan kapitalisasi pasar.

Jakarta – Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan pihaknya akan mengikuti kebijakan dari pemegang saham pengendali terkait dengan kabar penggabungan usaha manajer investasi bank-bank milik negara.

“Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder ya Danantara, nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ungkap Riduan saat ditemui di Wisma Danantara, dikutip, Senin, 16 Februari 2026.

Riduan pun menyatakan Bank Mandiri akan selalu siap dengan apapun yang menjadi kebijakan dari pemegang saham.

“Kalau kita masih siap terus disuruh tumbuh, disuruh laba. Kita siap,” ungkapnya.

Baca juga: Optimalisasi Struktur Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Sebelumnya, beredar isu terkait dengan entitas usaha pengelola aset atau manajer investasi milik ketiga bank BUMN akan bergabung.

Adapun kabar penggabungan manajer investasi tersebut diantaranya milik, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Dikabarkan aset kelolaannya mencapai USD8 miliar atau senilai Rp132,77 triliun.

Lebih rinci lagi, BRI saat ini memiliki anak usaha di bidang pengelola aset yaitu, PT BRI Manajemen Investasi, Bank Mandiri memiliki PT Mandiri Manajemen Investasi, dan BNI memiliki PT BNI Asset Management (BNI AM).

Di samping itu, ada manajer investasi aset pelat merah lainnya, PT Bahana TCW Investment Management, yang merupakan anak usaha Indonesia Financial Group (IFG).

Selain itu, Danantara sebagai pemegang saham mayoritas Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), terus mendorong penggabungan atau merger BUMN sejenis untuk meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan.

Baca juga: Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen,  Begini Respons Bos Himbara

Sementara Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan peluang tersebut muncul karena perusahaan hasil konsolidasi menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan laba, yang pada akhirnya mendorong kenaikan kapitalisasi pasar.

“Tambah tinggi dong (kapitalisasi pasar). Karena kan menjadi efisien. Labanya meningkat. Tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik,” kata Dony kepada media baru-baru ini. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Setahun Berjalan, Dana Emas Kelolaan BSI Tembus 22,5 Ton

Poin Penting Emas kelolaan layanan bullion bank BSI mencapai sekitar 22,5 ton dalam satu tahun… Read More

20 mins ago

Rupiah Sentuh Rp17.000, IHSG Ambruk, Purbaya: Ekonomi Masih Ekspansi

Poin Penting Rupiah sempat menyentuh Rp17.000 per dolar AS, sementara IHSG turun 3,12 persen ke… Read More

23 mins ago

Harga Minyak Melonjak, Bahlil Percepat Kebijakan Campuran Etanol ke BBM

Poin Penting: Lonjakan harga minyak dunia hingga 118 dolar AS per barel mendorong pemerintah mempercepat… Read More

29 mins ago

BI: Keyakinan Konsumen Menurun pada Februari 2026

Poin Penting Indeks Keyakinan Konsumen Februari 2026 turun menjadi 125,2 dari 127,0 pada Januari, namun… Read More

40 mins ago

Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Tambah Dana Rp100 Triliun di Himbara

Poin Penting Pemerintah berencana menambah penempatan dana Rp100 triliun di bank-bank Himbara untuk mendorong likuiditas… Read More

1 hour ago

Program MBG Indonesia Terbesar Kedua di Dunia setelah India

Poin Penting Program Makan Bergizi Gratis Indonesia menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat, termasuk… Read More

1 hour ago