Nasional

Soal PKPU, Mayoritas Kreditur Minta Pan Brothers Hindari Potensi PHK Massal

Jakarta – Sidang permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Pan Brothers Tbk, PT Eco Smart Gament Indonesia, PT Prima Sejati Sejahtera dan PT Pancaprima Ekabrothers masih berjalan alot.

Diketahui, sidang pengajuan PKPU tersebut saat ini sudah memasuki tahap pengambilan keputusan alias voting proposal perdamaian.

Kuasa Hukum Pan Brothers Aji Wijaya mengatakan, rencana pengambilan voting tak berjalan mulus. Hal ini lantaran beberapa kreditur, termasuk PT Bank Maybank Indonesia, Tbk menyatakan keberatan melaksanakan voting dan menilai proposal homologasi masih perlu diperbaiki.

“Bahwa proposal perdamaian sudah final. Dan agenda hari ini adalah voting,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 2 Desember 2024.

Baca juga : PKPU dan Kepailitan Minim Pengaduan, Ternyata Ini Penyebabnya

Sejatinya, sidang yang pada Jumat (29/11) itu harus tertunda lantaran mayoritas kreditur menolak proposal tersebut. Hakim Pengawas PKPU pun memutuskan untuk memperpanjang masa waktu pembahasan proposal perdamaian dari Pan Brothers selama 14 hari. 

Padahal, Pan Brothers telah menawarkan proposal homologasi, terhitung sejak 19 November 2024. 

Kreditur Buka Suara

Salah satu kreditur bond holder dalam sidang juga menyebutkan, sebagian besar kreditur bond holder yang telah memilih (voting), menyatakan menolak proposal itu.

Billy perwakilan SC Lowy, kreditur terbesar sindikasi, bilateral dan bagian dari pemegang bonds, mengatakan bahwa, apabila perusahaan (Pan Brothers) mengetahui sebagian besar bond holder sudah menolak proposal perdamaian itu. 

Tapi, perusahaan masih saja memaksakan untuk melakukan voting, maka tidak akan terjadi kuorum yang dapat mengakibatkan kepailitan terhadap Pan Brothers.

Aksi tersebut, kata dia, sama saja dengan bunuh diri karena bisa berdampak kepailitan yang ujung-ujungnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. 

Karena itu, SC Lowy bersedia membantu Pan Brothers dan pemerintah untuk bernegosiasi dengan para pemegang bonds, sehingga bisa menghindari kepailitan.

“Kondisi voting saat ini seperti kapal pecah karena terlalu banyak nakhoda saling tarik menarik, sehingga kapal bisa karam. Kami berharap agar perusahaan dan manajemen tidak putus asa dan menyerah terhadap tantangan serta kondisi industri garmen, peraturan pemerintah dan tekanan dari bonds serta lain sebagainya,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, SC Lowy berupaya untuk bekerja sama dengan perusahaan dan manajemen, kreditur bond holder, lenders untuk menghindari kebangkrutan Pan Brothers. 

Dengan demikian, SC Lowy mengimbau agar Pan Brothers tidak terburu-buru mengagendakan voting terhadap proposal perdamaian tersebut.

“Kami ingin ada perpanjangan waktu sekitar 1-2 minggu supaya perusahaan bisa mencari solusi terbaik dengan para kreditur dan bond holder. SC Lowy bisa bernegosiasi dengan bond holder untuk mengangkat Pan Brothers dari potensi kepailitan. Dengan kata lain, pilihannya bukan hanya pailit,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

26 mins ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

47 mins ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

2 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

6 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

14 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

15 hours ago