Kereta Cepat Whoosh KCIC. (Foto: KCIC)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara pasti wacana penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menyatakan, rencana pembayaran utang Whoosh melalui APBN masih belum dapat dipastikan dan peluangnya masih terbuka sebesar 50:50.
“Nanti saya belum dipanggil (ke istana) untuk masalah itu, seingat saya sih masih fifty fifty, belum diajak ke sana,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Baca juga: Resmi! Purbaya Bebaskan PPN Tiket Pesawat Ekonomi untuk Pembelian Mulai 10 Februari
Sebelumnya, dikutip dari Antara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut sumber pembayaran utang pembangunan Whoosh berasal dari APBN. Pernyataan tersebut disampaikan usai konferensi pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2025 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).
Prasetyo menjelaskan, pembahasan tersebut masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembahasan teknis mengenai mekanisme pembayaran dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik dalam menyelesaikan utang Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung, termasuk perhitungan angka serta berbagai skenario penyelesaian yang paling optimal bagi pemerintah.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025) malam.
Baca juga: Jadwal Kereta Cepat Whoosh Berubah Mulai 19 Februari, Ini Penyebab dan Jadwal Terbarunya
Adapun masalah penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan publik mengingat beban utang dari proyek itu mencapai Rp116 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More