Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 35,3 Persen
Jakarta– PT Minna Padi Investama Sekuritas (Minna Padi) baru baru ini dikabarkan telah batal mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia (Bank Muamalat). Sebagai informasi, batalnya Minna Padi yang mengakuisisi Bank Muamalat, lantaran adanya Conditional Share Subcription Agreement (CSSA) atau perjanjian jual beli bersyarat antara Minna Padi dengan Bank Muamalat yang telah berakhir pada 31 Desember 2017 lalu.
Asal tahu saja, rencana pengambilalihan mayoritas saham Bank Muamalat oleh Minna Padi memang terganjal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang seharusnya tuntas sebelum akhir tahun lalu. Pasalnya, sampai dengan 31 Desember 2017 OJK belum memberi lampu hijau Minna Padi untuk mengakuisisi Bank Muamalat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengaku hingga saat ini belum menerima surat CSSA dari investor, sehingga pihaknya belum dapat membahas proses akusisi tersebut.
Baca juga: Persoalan Muamalat di Mata KSSK, Sistemik atau Tidak?
“Tidak ada pemegang saham yang datang ke kita. Dia kan namanya investor pasti kepemegang saham pengendali ke otoritas. Kalau ada surat CSSA masuk tentunya kita akan bicara ini gimana proses runway nya yg berkaitan dgn rencana itu. Tapi gak ada surat masuk pengunduran diri resmi gak ada,” jelas Wimboh di Kantor OJK Jakarta, Kamis 15 Febuari 2018.
Wimboh menambahkan bahwa pihaknya masih terus mengawasi proses bank Muamalat. Dirinya juga mengimbau pada para nasabah agar tetap tenang dan tidak perlu menanggapi hal ini dengan kepanikan.
“Nasabah tidak perlu khawatir. Bank ini bagus, dpknya bagus, malah yang mau beli banyak. Gak perlu khawatir lah kalo soal itu.Tapinkan ini masih bagus jadi masalah likuiditas tidak ada masalah,” ungkap Wimboh.
Sebagai informasi juga, hingga saat ini mengaku masih membuka diri bagi investor lain untuk masuk dan menjadi pembeli siaga (stand by buyer).
Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana juga mengatakan, bahwa sejauh ini perseroan tetap membuka kesempatan bagi investor lain termasuk PT Bahana Sekuritas yang digadang-gadang juga siap mengakuisisi Bank Muamalat yang akan menerbitkan saham baru (rights issue). (*)
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More