Nasional

Soal Klaim Asuransi Musibah Puting Beliung di Bandung, AAUI: Belum Ada Laporan Resmi

Jakarta – Kabupaten Bandung dan Sumedang, dilanda bencana alam angin puting beliung pada Rabu, 21 Februari yang lalu telah mengakibatkan puluhan bangunan rusak dan adanya korban luka-luka.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut, terdapat 13 bangunan pabrik rusak dan 10 rumah warga rusak sedang di Kabupaten Sumedang.

Sementara di Kabupaten Bandung, terdapat empat pabrik terdampak, 47 rumah warga rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan 26 rumah rusak berat.

Baca juga: Gara-gara Lini Bisnis Ini, Klaim Asuransi Umum Melonjak Jadi Rp46,13 Triliun

Melihat hal tersebut, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menyatakan bahwa, hingga saat ini belum terdapat angka pasti terkait total kerugian atau klaim yang dihasilkan atas fenomena alam tersebut.

“Lumayan sih itu yang pasti ada beberapa pabrik, tapi angka persisnya belum tau, belum ada laporan resmi,” ucap Budi saat ditemui media di Jakarta, 28 Februari 2024.

Baca juga: AAJI Catat Klaim Asuransi Jiwa Rp162,75 Triliun Sepanjang 2023

Adapun, Budi menuturkan bahwa, fenomena alam puting beliung tersebut berbeda dengan biasanya dan bisa dikategorikan tornado. Sehingga, AAUI akan melakukan kajian lebih lanjut dalam mendefinisikan fenomena alam angin puting beliung tersebut.

“Ini fenomena alam yang sedikit berbeda tapi bagi kami satu hal yang menjadi kajian ke depannya kira-kira mendefinisikan lagi namanya taifun storm, big storm, karena ini dikategorikan tornado tapi sanggahan dari BMKG itu bukan tornado,” imbuhnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

10 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

15 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

18 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

23 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

23 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

1 day ago