Moneter dan Fiskal

Soal Inflasi, Menkeu Minta Pemda Berperan Langsung

Jakarta – Guna menjaga laju inflasi di kisaran 4% plus minus 1%, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro meminta kepala daerah di tingkat pertama dan kedua untuk terlibat langsung dalam pengendalian inflasi.

Menurut Bambang, dalam pengendalian inflasi, selama ini banyak pemda-pemda yang hanya mengandalkan pemerintah pusat saja. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pemerintah daerah dapat berkontribusi menjaga laju inflasi.

“Selama ini, ada yang bilang inflasi tugasnya BI. BI itu kan targetting-nya (inflasi). Memang soal harga pangan yang bergejolak (volatile foods) urusan pemerintah pusat, tapi pemda tetap harus berperan,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 22 April 2016.

Peran daerah, kata dia, bisa dilakukan seperti soal tata niaga pangan, terkait pasokan dan distribusinya, sehingga kontribusi pemda akan lebih besar lagi. Untuk itu, dirinya menyarankan agar ada anggaran khusus di daerah terkait pengendalian inflasi ini.

Anggaran khusus ini, lanjut Bambang, nantinya dapat digunakan untuk operasi pasar atau pengendalian harga pangan.

“Selama ini daerah tidak siap jika tiba-tiba ada bencana, sehingga inflasi bisa langsung tinggi. Karena kalau inflasi tinggi maka harga pangan juga tinggi, sehingga daya beli masyarakat rendah,” tukasnya.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan berapa besar anggaran yang digunakan untuk pengendalian inflasi itu. “Iya bisa minimal sekian persen dari APBD-nya, dan lain-lain. Makanya nanti kalau ada tim pengendalian inflasi daerah (TPID) bisa sibahas secara konkret lagi,” paparnya.

Menurutnya, banyak pemerintah daerah yang hanya tergantung dengan pemerintah pusat, termasuk dalam pengendalian inflasi. Mereka hanya bilang di atas atau di bawah sedikit dari target nasional.

“Itu namanya pemda yang pasrah. Padahal pemda yang baik harus punya target yang bagus dengan strategi lewat APBD yang juga bagus,” kata dia.

Padahal di negara maju, seperti AS, peran daerah sangat besar dalam pengendalian inflasi. “Di sana, kebijakan daerahnya menentukan inflasinya, bukan karena kebijakan The Fed atau pemerintah pusat, tapi mereka semangat dalam menggenjot investasi daerahnya,” tutup Agus. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026 Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

32 mins ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

43 mins ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

45 mins ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

58 mins ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

2 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

4 hours ago