News Update

Soal Impor Mobil India, Purbaya: Kami Ikuti Pak Dasco Saja

Poin Penting

  • Purbaya menyatakan pemerintah mengikuti arahan DPR untuk menunda impor mobil India.
  • Presiden Prabowo dinilai memiliki sikap jelas untuk mengutamakan penguatan industri dalam negeri.
  • Agrinas memastikan distribusi kendaraan impor dari India menunggu keputusan resmi pemerintah.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi polemik rencana impor mobil India untuk kebutuhan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan menyatakan pemerintah akan mengikuti arahan pimpinan DPR. Sikap tersebut merespons permintaan penundaan atas rencana impor 105 ribu kendaraan pikap dari India.

“Pak Dasco ada komentar katanya kemarin, kami ikuti Pak Dasco saja,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 24 Februari 2026.

Pernyataan itu merujuk pada sikap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor mobil tersebut ditunda sementara.

Baca juga: Agrinas Ikuti Saran Tunda Impor Mobil dari India

Impor Mobil India Tunggu Arahan Presiden

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto memiliki posisi yang jelas terkait kebijakan tersebut. Ia menilai kepala negara tetap berkomitmen mendorong penguatan industri dalam negeri.

“Menurut saya, harusnya sih Presiden juga tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir Presiden posisinya clear dalam hal ini,” ujarnya.

Permintaan penundaan impor mobil India sebelumnya disampaikan Dasco dengan pertimbangan Presiden masih melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ia meyakini keputusan final akan dibahas secara rinci setelah Presiden kembali.

“Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/2).

Selain itu, DPR menilai Presiden akan meminta masukan serta menghitung kesiapan industri otomotif nasional sebelum memutuskan kelanjutan rencana impor tersebut.

Agrinas Siap Tunda Impor Mobil India

Rencana impor mobil India mencuat setelah perusahaan otomotif asal India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), mengumumkan pada 4 Februari 2026 akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio untuk pasar Indonesia.

Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi rencana impor 105.000 kendaraan dari India. Rinciannya terdiri atas 35.000 unit pikap 4×4 dari M&M, 35.000 unit pikap 4×4, serta 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

Baca juga: Agrinas Impor 105 Ribu Mobil Pikap, Kadin Minta Pemerintah Batalkan

Meski demikian, manajemen Agrinas menyatakan siap mengikuti arahan DPR untuk menunda impor mobil India tersebut. Perusahaan juga memastikan unit yang sudah tiba di Indonesia belum akan digunakan atau didistribusikan sebelum ada keputusan resmi pemerintah.

Langkah ini menjadi sorotan karena menyangkut skala impor besar di tengah dorongan pemerintah untuk memperkuat industri otomotif nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. (*)

Editor: Galih Pratama

Prima Gumilang

Recent Posts

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

2 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

2 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

3 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

4 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

5 hours ago

Wacana Pemotongan Gaji Pejabat Diminta jadi Gerakan Disiplin Fiskal Nasional

Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More

5 hours ago