News Update

Soal Asuransi Wajib Miliki Dewan Penasihat Medis, Oona Insurance Bilang Begini

Poin Penting

  • Oona Insurance menilai pembentukan Dewan Penasihat Medis (Medical Advisory Board) sebaiknya dilakukan melalui pihak ketiga seperti Third Party Administrator (TPA) karena keterbatasan sumber daya dokter spesialis.
  • CEO Vincent C Soegianto menjelaskan, sulit bagi perusahaan asuransi merekrut dokter spesialis secara langsung karena mayoritas telah berpraktik mandiri di rumah sakit.
  • Beban klaim bruto Oona Insurance naik 45,22% menjadi Rp359,33 miliar per kuartal III-2025, seiring ekspansi ke produk asuransi kesehatan penyakit kritis.

Jakarta – Kewajiban pembentukan Dewan Penasihat Medis (Medical Advisory Board) yang diatur dalam SEOJK 7/2025 tengah menjadi perhatian khusus bagi industri asuransi di Tanah Air. 

Tak terkecuali bagi PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) atau Oona Insurance. Menurut perusahaan, penerapan kebijakan tersebut idealnya dilakukan secara kolektif melalui pihak ketiga seperti Third Party Administrator (TPA).

“Jadi untuk asuransi agar bisa meng-hire dokter spesialis, rasanya memang harus konsorsium. Mungkin bukan konsorsium asuransi meng-hire tapi akan terjadi melalui TPA (pihak ketiga),” ujar CEO dan Direktur Utama Oona Insurance, Vincent C Soegianto, kepada Infobanknews, beberapa waktu lalu.

Diketahui, keberadaan Dewan Penasihat Medis menuntut keterlibatan tenaga profesional lintas disiplin, mulai dari dokter spesialis, aktuaria, analis data, hingga investigator.

Baca juga: Jurus Oona Insurance Genjot Premi Kendaraan di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Selama ini, masih banyak perusahaan asuransi yang hanya mengandalkan dokter internal dengan fokus pada administrasi polis, bukan pada perkembangan klinis terkini.

“Jadi memang OJK ini memberikan masukan. Makanya asuransi harus pakai dokter yang lebih tinggi yakni dokter spesialis,” jelasnya.

Namun, Vincent mengakui bahwa tidak mudah bagi perusahaan asuransi untuk merekrut dokter spesialis secara langsung. Sebagian besar dari mereka telah berpraktik mandiri di rumah sakit.

“Dokter spesialis jarang bekerja untuk asuransi. Karena mereka biasanya praktik saja di rumah,” bebernya.

Oona Insurance Genjot Asuransi Kesehatan dan Catat Lonjakan Klaim

Oona Insurance diketahui telah memperluas portofolionya ke asuransi kesehatan penyakit kritis, di tengah tantangan inflasi medis yang masih tinggi.

Berdasarkan laporan keuangan, total beban klaim bruto Oona Insurance per kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp359,33 miliar, naik 45,22 persen dari Rp247,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Oona Insurance dan VFS Global Permudah WNI Beli Asuransi Perjalanan Berstandar Schengen

Kenaikan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah klaim yang dibayarkan, meskipun perusahaan juga mencatat pertumbuhan laba bersih dan pendapatan. (*)

Editor: Yulian Saputra



Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

2 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

5 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

17 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

28 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

31 mins ago

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

46 mins ago