Categories: Market UpdateTokoh

Soal Akuisisi Saham Newmont, BEI Peringatkan MEDC

Jakarta – Adanya isu PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) yang berencana mengakuisisi PT Newmont Nusa Tenggara (Newmont), telah membuat saham MEDC meroket. Namun saham MEDC kembali anjlok seiring dengan memudarnya isu tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku akan menanyakan pihak manajemen MEDC terkait dengan isu tersebut. Sebagaimana dalam peraturan BEI,  emiten seharusnya tidak mengungkapkan rencana aksi koorporasi itu sebelum benar-benar ada kepastian tertulis.

“Kalau belum pasti jangan ngomong dulu. Sebelum ada kepastian tidak boleh di publish dulu. Itu peraturan yang mengikat ke emitennya. Kita akan tanyakan ke MEDC,” ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 30 November 2015.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa aksi apapun yang akan dilakukan emiten maupun pihak terkait yang dapat mempengaruhi pergerakan saham, harus dipastikan dahulu kebenarannya. Hal ini disebabkan karena isu tersebut sangat sensitif dan mempengaruhi kondisi pasar.

“Kami harus cek ke MEDC-nya, apakan benar punya rencana itu atau enggak. Ini sepertinya inside information. Kalau iya ataupun enggak yaa nanti kami akan suruh jelaskan ke media,” tukas Hamdi.

Pada Kamis 26 November saham MEDC tercatat naik Rp140 atau 12,07% menjadi Rp1.300. Pergerakan saham MEDC tersebut tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Namun pada akhir perdagangan Jumat 29 November, saham Medco Energy tercatat turun 10% atau sekira Rp130 menjadi Rp1.170 per lembar saham.‬

Penurunan saham tersebut, pasalnya tidak lepas dari kabar yang disampaikan oleh perusahaan milik Arifin Panigoro terkait aksi korporasinya yang akan mengakuisisi saham Newmont sebesar 76% atau senilai US$2,2 miliar atau setara Rp30,123 triliun.‬ Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

33 mins ago

Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace

Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More

48 mins ago

Debt Collector dan Bahaya Jual Beli STNK Only: Menteri Kominfo Didorong Larang Iklan Kendaraan Ilegal di Media Sosial

Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.141, Mayoritas Sektor Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More

3 hours ago

Bank KBMI 3 di Antara Goliath dan David, Jalan Tengah yang Paling Diuji

Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More

3 hours ago

Fundamental Solid, Permata Bank Siap Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More

3 hours ago