News Update

SMK Dominasi Pengangguran, Bappenas Kaji Ulang Sistem Vokasi

Jakarta — Banyaknya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mendominasi angka pengangguran di Indonesia dinilai tak sejalan dengan konsen Pemerintahan Jokowi yang ingin fokus mengedepankan sekolah vokasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menilai, terdapat hal yang salah dari sistem pendidikan sekolah vokasi tersebut.

“Ada yang salah dengan sistem vokasi SMK kita, apa yang diajarkan tidak sama dengan yang dibutuhkan pasar akibatnya tidak sesuai. Dan akhirnya mereka industri mengambil lulusan umum,” ungkap Bambang di kantor pusat Bappenas, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Dirinya juga menyebut, perlu adanya perbaikan dari tiga sisi sistem pendidikan SMK yakni perbaikan kurikulum, perbaikan alat peraga pengajaran serta perbaikan dari sisi tenaga pengajar. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Suheriadi

Recent Posts

Amerika Serikat-Israel Serang Iran: Dunia Bisa Makin Gelap

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More

32 mins ago

Harga Minyak Terancam Melonjak Imbas AS dan Israel Serang Iran

Poin Penting Konflik AS–Israel vs Iran ancam 20 persen pasokan minyak global dan dorong harga… Read More

3 hours ago

Trump Deklarasi Perang Besar di Iran, Ini Potensi Dampaknya ke Ekonomi RI

Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More

16 hours ago

SMF Sebut Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More

16 hours ago

Istana Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas karena Program MBG

Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More

17 hours ago

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Insentif Naik dan Tunjangan Non-ASN Tembus Rp2 Juta

Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More

17 hours ago