SMF; Salurkan pinjaman. (Foto: Erman)
Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau (SMF) telah mencatatkan secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 September 2019 mencapai sebesar Rp55,17 triliun.
Hal disampaikan oleh Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo pada acara seminar Infobank bersama dengan Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) dengan tema “Pembiayaan Mortgage Jenuh? – Prospek Pasar Milenial, Sektor Informal dan Kolaborasi dengan Fintech”. Menurutnya, angka pembiayaan tersebut masih akan tetap tumbuh seiring dengan masih gencarnya kebutuhan rumah di masyarakat.
“Dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan hingga September 2019 mencapai sebesar Rp55,17 triliun yang terdiri dari beberapa program Pemerintah,” kata Ananta di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.
Lebih rinci Ananta menambahkan, dari angka tersebut terdiri dari penyaluran pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp45,01 triliun serta untuk sekuritisasi KPR senilai Rp10,15 triliun.
Ananta menambahkan, pihaknya bersama dengan Pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong program pemilikan rumah salah satunya dengan perubahan porsi pendanan FLPP yang mengacu pada Keputusan Menteri PUPR No.463/KPTS/M/2018 terkait perubahan porsi pendanaan KPR FLPP menjadi 75% : 25% efektif per 20 Agustus 2018 lalu.
Dirinya berharap, seluruh program yang telah disiapkan tersebut dapat sampai ke masyarakat agar dapat mengurangi blacklog kebutuhan rumah di masyarat khusunya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More