News Update

SMF Sebut Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Poin Penting

  • SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi global menghadapi ketidakpastian.
  • Pertumbuhan KPR meningkat hingga 7,05% pada akhir 2025, mencerminkan permintaan pembiayaan rumah dan optimisme sektor properti.
  • SMF konsisten mendanai 25% skema FLPP sejak 2018 dan memperkuat pendanaan melalui strategi blended financing serta perluasan investor.

Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melalui SMF Research Institute mengungkapkan bahwa pendanaan rumah subsidi tetap tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang menantang.

Pendanaan rumah subsidi, termasuk melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap terjaga dan berkelanjutan untuk mendukng Program Perumahan Rakyat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga di level 5,11 persen pada 2025 terbilang stabil. Hal ini ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh positif. Kondisi makroekonomi yang terjaga menjadi fondasi penting bagi sektor properti dan pembiayaan perumahan memasuki 2026.

Baca juga: SMF Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Tunggu Koordinasi Teknis PKP

Kondisi ekonomi yang stabil juga tecermin pada kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) yang menunjukkan tren peningkatan di tiga bulan terakhir 2025. Pada Oktober 2025, KPR naik 6,9 persen, lalu meningkat menjadi 7,05 persen pada Desember 2025. Ini merefleksikan adanya perbaikan permintaan pembiayaan perumahan serta optimisme yang tetap terjaga di sektor properti.

SMF melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk semakin memperkuat peran dalam mengembangkan sektor perumahan melalui mekanisme pasar pembiayaan sekunder. SMF memiliki mandat strategis dalam menyediakan pendanaan jangka panjang bagi perbankan penyalur KPR serta mendukung Program FLPP Pemerintah.

SMF Perkuat Pendanaan Lewat Strategi Blended Financing

Sejak 2018, SMF secara konsisten menyediakan porsi pendanaan sebesar 25 persen dalam skema KPR FLPP. Dukungan tersebut untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses terhadap pembiayaan rumah dengan suku bunga tetap dan terjangkau.

“Untuk menjaga keberlanjutan pendanaan FLPP, SMF terus mengoptimalkan strategi blended financing melalui penerbitan surat utang dan Efek Beragun Aset (EBA-SP), serta memperluas basis investor domestik. Pendekatan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta tata kelola yang baik,” papar Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.

Baca juga: SMF Klaim Kontribusi 25 Persen FLPP Nasional, Salurkan Rp34 Triliun Sejak 2018

Ananta menambahkan, SMF akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik guna memastikan dukungan pembiayaan perumahan tetap adaptif dan selaras dengan agenda pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah rakyat sekaligus mengurangi backlog perumahan.

SMF meyakini bahwa stabilitas makroekonomi dan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan akan menjadi kunci dalam menjaga momentum Program Perumahan Rakyat. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

52 mins ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

52 mins ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

1 hour ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

1 hour ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

2 hours ago

BRI Sepakat Tebar Dividen Rp52,10 Triliun, 91 Persen dari Laba 2025

Poin Penting BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan… Read More

2 hours ago