Categories: Keuangan

SMF Kasih Pinjaman Rp3,71 Triliun Selama 2015

Jakarta–PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mencatat peningkatan kinerja selama 2015, utamanya dalam mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan, melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman mencapai Rp3,71 triliun.

“Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan sampai dengan 31 Desember 2015, mencapai Rp20,25 triliun meningkat 22% dari tahun sebelumnya yaitu Rp16,54 triliun,” ujar Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016.

Raharjo menjelaskan bahwa peningkatan kinerja perseroan di sepanjang 2015 dicapai melalui kegiatan sekuritisasi sebesar Rp200 miliar, dan penyaluran pinjaman sebesar Rp3,51 triliun, sehingga aset SMF di 2015 menembus angka Rp10 triliun, yakni sebesar Rp10,06 triliun.

“Pencapaian tersebut terhitung cukup baik, mengingat kondisi ekonomi dalam negeri yang melambat di tahun 2015. Pendapatan laba yang diperoleh SMF di tahun 2015 begitu signifikan, meskipun bukan merupakan indikator kinerja utama,” tukas Raharjo.

Menurutnya, peningkatan kinerja di 2015, mempertegas SMF perannya dalam menjalankan kegiatan sekuritisasi sebagai penerbit Efek Berangun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) pertama, dengan pencatatan perdana EBA-SP KPR, “SMF-BTN01”, senilai Rp200 miliar di pasar modal.

“Dalam skema EBA-SP tersebut, peran SMF yaitu sebagai penerbit sekaligus penata sekuritisasi, pendukung kredit, dan investor,” ucap Raharjo.

Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan mandat pendirian SMF dalam Pepres 1/2008 Jo.19/2005, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.23/POJK.04/2014, sekaligus memperkuat pasar keuangan Indonesia dan mendukung pengembangan basis investor domestik.

“Indikator Kinerja Utama (IKU) SMF diukur dari jumlah dana yang telah tersalurkan dari pasar modal Re sektorpembiayaan perumahan, sehingga tujuan dari pendirian SMF dapat tercapai,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

13 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

13 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

13 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

13 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

17 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

20 hours ago