Ananta menjelaskan, dari jumlah seluruh dana yang dialirkan tersebut, SMF telah membiayai kurang lebih 570 ribu debitur KPR untuk 570 ribu rumah dari pelosok Aceh hingga Papua. Terkait sekuritisasi, sejak tahun 2009 sampai dengan 2016, SMF telah memfasilitasi 10 kali transaksi sekuritisasi.
Ananta juga menjelaskan, untuk kerja sama pembiayaan, SMF juga menggandeng bank umum konvensional, bank syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Perusahaan Pembiayaan. Untuk penyaluran pinjaman, SMF telah menerbitkan surat utang yang dari awal penerbitan hingga saat ini mencapai Rp16,7 triliun dengan predikat IdAAA.
“Terhitung sejak tanggal 8 Februari 2017, SMF telah mendapatkan peringkat IdAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia baik untuk Korporat maupun untuk Surat Utang,” tegas Ananta. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting KBMI 1 mencakup 59 bank atau 56 persen bank umum nasional. Meski aset… Read More
Poin Penting BSI resmi berstatus Persero sejak 23 Januari 2026 dan menegaskan fokus penguatan bisnis… Read More
Poin Penting CFX pangkas biaya transaksi hingga 50% untuk meningkatkan daya saing kripto nasional. Biaya… Read More
Poin Penting OJK berencana menaikkan ketentuan free float menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen… Read More
Poin Penting OJK menegaskan pelaksanaan demutualisasi bursa efek baru dapat dilakukan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman, namun peresmiannya masih… Read More