Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp310 miliar pada semester I 2021. Pencapaian tersebut meningkat 27,57% year on year (yoy) ketimbang perolehan semester I 2020 yang sebesar Rp243 miliar.
Sepanjang enam bulan pertama 2021, SMF menyalurkan pinjaman sebesar Rp3,66 triliun. Sedangkan pendanaan melalui penerbitan surat utang dan pinjaman lainnya mencapai Rp3,30 triliun.
Dalam konferensi pers virtual Pencapaian Kinerja SMF Semester I 2021 yang digelar Kamis, 5 Agustus 2021, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo memaparkan, meski kinerja penyaluran pinjaman mengalami koreksi, indikator keuangan perseroan tetap tumbuh positif. Sebut saja pendapatan yang tumbuh 7,22% dari Rp1,12 triliun, menjadi Rp1,20 triliun, dan aset yang meningkat 8,79% menjadi Rp31,95 triliun.
Kenaikan kinerja keuangan merupakan hasil strategi perseroan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di antaranya dengan memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga untuk mendukung program pemerintah di sektor perumahan, kerja sama pembiayaan perumahan untuk pekerja sektor informal, aktif melakukan pembiayaan jangka panjang kepada lembaga penyalur baik konvensional maupun syariah,dan mengembangkan kredit konstruksi serta berperan aktif sebagai agen pemulihan ekonomi nasional PEN).
Menurut Ananta, pembiayaan perumahan masih menghadapi sejumlah tantangan akibat pandemi COvid-19, apalagi dengan adanya pemberlakukan PPKM Darurat. Pertumbuhan PDB juga masih tertahan. Dampaknya ke sektor perumahan antara lain, adanya ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir membuat pengembang memilih fokus pada penjualan stok rumah yang belum terjual. Dari sisi konsumen, banyak yang memilih menahan konsumsi.
“Konsumen wait and see. Ini terlihat dari indeks penjualan ritel yang mengalami penurunan dan DPK di perbankan mengalami kenaikan. Perbankan juga sangat hati-hati dalam menyalurkan KPR,” kata Ananta. (*) Ari Astriawan
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More
Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More
Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More
Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More
Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More