Ilustrasi: Menara SMBC. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatat pertumbuhan kredit secara konsolidasi sebesar 3,3 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp185,4 triliun hingga akhir 2025.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah segmen, seperti segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5 persen yoy dan realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3 persen yoy.
Realisasi penyaluran tersebut juga dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit. Risiko kredit macet atau non-performing loan (NPL) gross secara konsolidasi berada di level 2,6 persen pada akhir Desember 2025, sedikit membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025.
Baca juga: SMBC Indonesia Tekankan 3 Poin Ini dalam Penerapan AI
Dari sisi funding, total DPK SMBC Indonesia secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,0 persen yoy menjadi Rp131,0 triliun pada akhir tahun lalu untuk menopang kebutuhan pendanaan tahun 2025. Jika dirinci, dana murah (CASA) meningkat 16,7 persen yoy menjadi Rp53,2 triliun dan rasio CASA yang tumbuh menjadi 40,6 persen.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menyampaikan dari kinerja keuangan tersebut, SMBC Indonesia sebagai bank only membukukan laba bersih setelah pajak Rp1,5 triliun sepanjang 2025.
“Sementara, anak usaha kami, yaitu BTPN Syariah mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,20 triliun pada tahun 2025, tumbuh 13,2 persen yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,3 triliun, tumbuh 2 persen yoy,” ucap Henoch dalam keterangan resmi dikutip, 5 Maret 2026.
Baca juga: SMBC Indonesia Tegaskan Pentingnya Keamanan Nasabah di Era Layanan AI
Selain didukung penyaluran kredit, laba bersih perseroan didorong juga oleh pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia yang tumbuh 5,8 persen yoy menjadi Rp18,4 triliun
Pun demikian dengan pendapatan bunga bersih tumbuh 4,6 persen yoy. Sedangkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) terjaga di level 7,0 persen di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan.
Berdasarkan kinerja keuangan tersebut, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun mengalami pertumbuhan 2,0 persen secara yoy per akhir Desember 2025. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang tenor KPR hingga 30 tahun untuk meringankan cicilan dan memperluas… Read More
Poin Penting Fitch menyoroti program MBG karena dinilai berpotensi menekan belanja negara dan memperlebar defisit… Read More
Poin Penting Morgan Stanley mem-PHK sekitar 2.500 orang atau 3 persen tenaga kerja, terutama di… Read More
Poin Penting Impor minyak dari AS tetap menguntungkan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia masih… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup di 7.703,79, naik 1,67 persen dari pembukaan 7.577,06 dengan… Read More
Poin Penting Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif, namun peringkat tetap BBB (investment… Read More