Sistem Polder jadi Andalan PIK2 Untuk Antisipasi Kenaikan Air Laut

Sistem Polder jadi Andalan PIK2 Untuk Antisipasi Kenaikan Air Laut

Sistem Polder jadi Andalan PIK2 Untuk Antisipasi Kenaikan Air Laut
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Isu banjir akibat penurunan muka tanah dan kenaikan air laut selalu dikaitkan dengan Ibukota DKI Jakarta dan pantai utara Jawa. Ketua Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni ITB, Heri Andreas beberapa waktu lalu menyampaikan, bahwa kekhawatiran akan tenggelamnya suatu wilayah bisa dihindari dengan adanya penerapan Sistem Polder.

Sistem polder sendiri adalah sistem yang menggabungkan tanggul, danau, dan pompa. Secara sederhananya bisa diibaratkan seperti ember. Dimana dinding tanggul yang mengelilingi kawasan diibaratkan sebagai bibir ember, dan air laut berada di luar ember. Jika permukaan air laut meningkat, akan diatasi dengan dinding tanggul. Cukup meninggikan dinding tanggul, untuk melindungi kawasan.

Lalu, bagaimana jika muka air di dalam kawasan yang meningkat? Saat air hujan turun, akan disalurkan ke dalam danau-danau yang ada di dalam kawasan, dan kemudian dipompa ke laut. Dengan memanfaatkan 2 metode ini, jalanan di dalam kawasan tidak akan pernah ditinggikan 1 cm pun.

Adapun contoh sukses penerapan Sistem Polder ini adalah Negeri Belanda yang sudah menerapkan Sistem Polder ini selama ±200 tahun, di mana 60% daratan Negeri Belanda berada di bawah permukaan laut. Bahkan kota Amsterdam berada 3 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan di Indonesia, salah satu kawasan yang sudah menerapkan Sistem Polder ini adalah PIK1 dan PIK2.

Penerapan sistem polder di kawasan PIK1 dan PIK2 ini dirancang oleh konsultan ternama PT. Witteveen Bos Indonesia. “Kawasan PIK2 menggunakan sistem polder, sehingga dijamin memiliki ketahanan terhadap banjir yang tinggi,” ujar Sawarendro selaku Deputy Director PT. Witteveen Bos Indonesia seperti dikutip di Jakarta, Selasa, 19 Oktober 2021.

Terkait hal tersebut, diketahui bahwa keberadaan danau di dalam kawasan sangatlah penting. Seperti salah satunya, keberadaan danau yang luas di dalam Kawasan Pasir Putih Residences PIK2. 

Kawasan Pasir Putih Residences PIK2 yang memiliki luas sekitar 150 Ha. Lebih dari 10% areanya didedikasikan sebagai area penampungan air. Tepatnya sekitar 16,2 Ha area berupa danau yang tidak hanya cantik, sekeliling danau penampungan air ini juga didesain dengan sangat eksklusif, yaitu dengan hamparan pasir putih yang eksotis di sepanjang pinggir danau.

Selain itu, fasilitas danau ini pun dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi warga seperti jogging dan bicycle track sepanjang ±2,5 km yang menyambung hingga ke clubhouse, beberapa gazebo cantik, boardwalk, floating deck yang bisa digunakan untuk yoga, community art park, children playground, waterplay area untuk anak-anak serta terdapat pula jogging track view hutan mangrove sepanjang ±2,7km di sekitar kawasan Pasir Putih Residences ini.

Danau yang berada di dalam kawasan Pasir Putih Residences PIK2 memiliki fungsi ganda. Pertama sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan air dan pencegahan banjir serta yang kedua sebagai fasilitas dan sarana rekreasi penghuni. Hal ini tentunya merupakan salah satu hal yang patut untuk diterapkan oleh kawasan residensial lainnya di Indonesia, yang diharapkan mampu memperhatikan dengan seksama mengenai sistem pengelolaan air yang baik, sehingga dapat menekan serendah mungkin risiko terjadinya banjir. (*)

 

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]