Ilustrasi Teknologi Artificial Intelligence (AI). Foto: Istimewa
Jakarta– Penerapan sistem blockchain pada sebuah cryptocurrency atau uang digital dinilai dapat memberikan banyak manfaat bagi seluruh sektor industri, tak terkecuali industri yang memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh CEO Bitcoin.co.id, Oscar Darmawan, pada diskusi publik mengenai “Masa Depan Cryptocurrency di Indonesia” di Kekinian Cafe Jakarta. Oscar bahkan menyebut, pemerintah harus jeli memanfaatkan kecanggihan dan keamanan sistem pada blockchain.
“Manfaat cryptocurrency sebagai komoditas kedepan akan mempercepat kapasitas, efisiensi, dan efektivitas bahkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” kata Oscar di Jakarta, Senin 19 Febuari 2018.
Oscar juga menyebut, sistem blockchain dapat meningkatkan volume perdagangan UMKM melalui e-commerce global. Dengan sistem yang aman dan transparan, sistem blockchain juga di klaim dapat mengantisipasi adanya tindak pidana pencucian uang dan korupsi di lingkungan pemerintah.
Baca juga: Sistem Blockchain Diklaim Mudahkan Sektor Jasa Keuangan
Ditemu ditempat yang sama, Aswin Tanzil selaku CEO Bitmastery.id menambahkan, pemerintah tidak seharusnya menolak adanya cryptocurrency. Dirinya menyebut, fenomena cryptocurrency adalah sesuatu yang wajar yang butuh di regulasi.
“Dari segi logika pemerintah, sesuatu yang baru daripada ditolak harus diregulasi. Gerakannya adalah gerakan global yang masuk dalam financial technology, jangan sampai kita ketinggalan lagi. Karena banyak orang Indonesia yang sudah melakukan trading ini. Jangan sampai tanpa regulasi malah uangnya akan lari ke negara lain bukan di Indonesia,” tutup Aswin. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More