Jakarta–Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat tiga orang direksi karena habis masa jabatan dan menambah satu anggota dewan komisaris.
Direksi yang diberhentikan adalah A Tony Soetirto, Randi Anto, dan Gatot Mardiwarsito. Namun, untuk Randi Anto RUPST juga menyetujui untuk mengangkatnya kembali, selain itu RUPS juga menyetujui untuk mengangkat Sis Apik Wijayanto dan Priyastomo. Sedangkan itu Komisaris baru yang melengkapi jajaran Dewan Komisaris adalah Mahmud.
“Penetapan bidangnya ini kami akan rapat dulu, memang yang diganti pak Tony yang pegang konsumer dan Pak Gatot yang pegang human capital, dan Randi anto yang pegang risk management dan asset. Untuk penugasan saya akan sampaikan selanjutnya karena ini masih tunggu fit and proper test OJK,” kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, 23 Maret 2016.
Sehingga dengan demikian susunan Direksi dan Komisaris BRI menjadi:
Komisaris Utama/ Komisaris Independen: Mustafa Abubakar
Wakil Komisaris Utama: Gatot Trihargo
Komisaris Independen: A. Fuad Rahmany
Komisaris Independen: Ahmad Fuad
Komisaris Independen: Adhyaksa Dault
Komisaris Independen: A. Sony Keraf
Komisaris: Vincentius Sony Loho
Komisaris: Jeffry J. Wurangian
Komisaris: Mahmud
Direktur Utama: Asmawi Syam
Wakil Direktur Utama: Sunarso
Direktur: Sis Apik Wijayanto
Direktur: Priyastomo
Direktur: Randi Anto
Direktur: Susy Liestiowaty
Direktur: Zulhelfi Abidin
Direktur: Donsuwan Simatupang
Direktur: Haru Koesmahargyo
Direktur: Mohammad Irfan
Direktur: Kuswiyoto
(*) Ria Martati
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Confluent meluncurkan program reseller “Sell with Confluent” untuk menangkap peluang pasar data streaming… Read More
Kegiatan ini sebagai wujud komitmen Asuransi Jasindo mendukung agenda pembangunan sekaligus sejalan dengan visi Asta… Read More
Poin Penting Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek dermaga ekspor semen milik PT Semen Indonesia… Read More
Poin Penting CIMB Niaga Syariah meresmikan Syariah Digital Branch di Bogor untuk memperkuat strategi hybrid… Read More
Poin Penting Penyaluran KPP Rp55,16 miliar hingga awal Maret 2026 atau 23,57 persen dari target… Read More
Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More