News Update

Sinergi Layanan Keuangan Digital, BRI Agro Gandeng majoo

Jakarta – Dalam rangka menunjang pertumbuhan ekosistem digital sektor keuangan dan perbankan, BRI Agro menandatangani Nota Kesepahaman dengan salah satu perusahaan teknologi PT Majoo Teknologi Indonesia (majoo) (21/5).

Perjanjian kerja sama ini dilaksanakan secara virtual dan ditandatangani oleh Sigit Murtiyoso selaku Direktur Retail Agri dan Pendanaan BRI Agro dan Adi Wahyu Rahadi selaku Direktur Utama majoo.
Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Kaspar Situmorang selaku Direktur Utama BRI Agro, Bhimo Wikan Hantoro selaku Direktur Bisnis Digital BRI Agro, Audia Rizal Harahap selaku Co-Founder &
COO majoo dan Ajeng Sekar Putih selaku Direktur Portofolio dan Keuangan BRI Ventures.

Kerja sama antara BRI Agro dengan majoo menjadi langkah strategis BRI Agro untuk mewujudkan aspirasi barunya yaitu menjadi The Best Digital Bank for Agri and Beyond by Becoming House Of Fintech and Home for Gig Economy. Sebagai House of Fintech, BRI Agro terus memperluas jangkauan kerjasama dengan beberapa fintech dan PoS company termasuk majoo.

“Dengan membuka kerjasama dengan majoo yang sudah berada di dalam portofolio BRI Ventures, maka strategi kami untuk menjadikan majoo sebagai salah satu ekosistem di BRI Group untuk bisa men-scale up business size-nya,” ungkap Sigit Murtiyoso Direktur Retail Agri dan Pendanaan BRI Agro.

Majoo sendiri merupakan aplikasi wirausaha (mini ERP untuk pelaku UKM) yang menyajikan Layanan Pengelolaan Bisnis Menyeluruh untuk UMKM. Memiliki fitur lengkap, tidak hanya aplikasi kasir atau point of sales, tetapi juga meliputi pengelolaan inventori, pelanggan, akuntansi, karyawan, analisis bisnis, dan pesanan online. Majoo memiliki lebih dari 15.000 merchant yang tergabung dalam
jaringannya.

“Nota kesepahaman kali ini BRI Agro dan majoo akan bekerjasama dalam layanan perbankan untuk penyediaan fasilitas pinjaman. Rencananya bentuk kerjasama lainnnya akan dilakukan integrasi open
API melalui platform dari majoo, sehingga ke depannya akan mempermudah sistem pembayaran bagi nasabah BRI Agro. Kami sangat optimis bahwa kerja sama dengan majoo akan memberikan kontribusi bagi para masyarakat serta para pelaku Gig Economy di Indonesia” jelas Sigit.

CEO & Founder majoo Adi Wahyu Rahadi percaya bahwa UMKM memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia.

“Kami juga percaya bahwa setiap UMKM harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi yang dapat membantu UMKM untuk bertumbuh. Kerja sama dengan BRI Agro sejalan dengan misi majoo yaitu memajukan UMKM melalui inovasi financial technology untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Adi.

Kolaborasi antara BRI Agro dengan majoo diharapkan dapat memberikan informasi untuk memiliki data yang komprehensif dan menjadi salah satu elemen product untuk bisnis digital.

“Ke depan BRI Agro berharap dapat semakin memperbanyak kolaborasi dengan penyelenggara teknologi finansial karena, dapat membuka peluang kami untuk menyediakan layanan perbankan secara digital dengan lebih baik” tutup Sigit. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

13 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

13 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

13 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

13 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

17 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

20 hours ago