Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai, sinergi kebijakan dan koordinasi antara pemerintah dan lembaga terkait lainnya merupakan kunci untuk mendorong resiliensi perekonomian nasional. Sejauh ini, langkah pemerintah dan lembaga terkait dalam menjaga fiskal pada 2016 telah berhasil menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, 22 Mei 2017. Menurutnya, upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah dan BI dalam menjaga keberlangsungan fiskal telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi 2016 yang tercatat mengalami peningkatan.
Mirza menyampaikan apresiasinya atas kerja sama seluruh pihak dalam menjaga ekonomi Indonesia di tahun 2017 ini. Terlebih, kata dia, sentimen positif investor terhadap perkembangan pemulihan ekonomi domestik dan keberhasilan program amnesti pajak yang tercermin pada peningkatan pembiayaan ekonomi nonbank di tahun lalu. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More