Penandatanganan perjanjian kerja sama Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) oleh Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto dan Division Head Financial Institution & Capital Market Bank BTN R. Wahju Budhi Witjaksono. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) resmi menjalin kerja sama Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN).
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto dan Division Head Financial Institution & Capital Market Bank BTN R. Wahju Budhi Witjaksono. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan pembiayaan dan penjaminan bagi pelaku usaha nasional.
Melalui kerja sama ini, Askrindo membuka peluang ekspansi bisnis commercial line dengan nilai fasilitas hingga Rp1,5 triliun.
Skema Kontra Bank Garansi dirancang untuk memberikan kepastian dan mitigasi risiko dalam penerbitan bank garansi, khususnya bagi sektor konstruksi maupun non-konstruksi yang membutuhkan dukungan penjaminan dalam proses tender dan pelaksanaan proyek.
Baca juga: Di Antara Cicilan dan Cita-cita: BTN dalam Ekosistem Hunian Generasi Muda
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar suretyship sekaligus memperkuat sinergi dengan perbankan nasional.
“Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Askrindo untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis perbankan dalam menyediakan solusi penjaminan yang kredibel dan berdaya saing. Dengan kapasitas fasilitas hingga Rp1,5 triliun, kami optimistis dapat mendorong akselerasi proyek-proyek produktif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” ujar Budhi.
Budhi menambahkan, penguatan lini bisnis commercial line sejalan dengan transformasi bisnis Askrindo untuk memperbesar porsi portofolio non-program sekaligus meningkatkan kualitas aset dan manajemen risiko.
Kolaborasi dengan Bank BTN juga mempertegas posisi Askrindo sebagai salah satu pemain utama di industri penjaminan dan asuransi kredit nasional.
Baca juga: Askrindo dan HIPMI Hadirkan Akses Perlindungan Asuransi bagi Pengusaha Muda Tarakan
Ke depan, kedua institusi juga membuka peluang pengembangan berbagai produk lain, seperti asuransi kredit, asuransi kebakaran, hingga solusi proteksi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan risiko yang semakin kompleks.
Di tengah dinamika industri jasa keuangan, Askrindo memastikan seluruh langkah perbaikan dan penguatan bisnis dilakukan dalam koordinasi aktif bersama regulator dan para pemangku kepentingan terkait.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas operasional, keberlanjutan usaha, serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.
Selain itu, Askrindo berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis yang berlandaskan tata kelola perusahaan yang kuat, prinsip kehati-hatian (prudential), serta fokus pada perlindungan kepentingan nasabah.
“Bagi Askrindo, ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Kami memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara terukur, transparan, dan dalam koordinasi aktif dengan regulator serta pemangku kepentingan. Kepercayaan publik adalah fondasi utama, dan perlindungan kepentingan nasabah akan selalu menjadi prioritas kami dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” tutup Budhi. (*)
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) DI era serbakekinian, keberadaan teknologi… Read More
Poin Penting Momentum THR dapat dimanfaatkan untuk mulai investasi emas yang relatif stabil dan mudah… Read More
Poin Penting Rupiah sempat menembus Rp17.015 per dolar AS akibat kombinasi sentimen global, terutama eskalasi… Read More
Poin Penting Harga minyak dunia melonjak hingga sekitar USD111 per barel, pertama kali menembus USD100… Read More
Poin Penting Harga emas Antam turun tajam Rp55.000 menjadi Rp3.004.000 per gram pada perdagangan 9… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.009 per dolar AS atau turun 0,50 persen dibandingkan… Read More