Sinarmas Sekuritas Pede IHSG Bisa Tembus 7.700 di Tahun Politik 2024, Asalkan…

Jakarta – PT Sinarmas Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2024 dapat mencapai level 7.700, jika pemilihan umum (Pemilu) 2024 hanya berlangsung sebanyak satu putaran.

Hal itu diungkapkan oleh Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas, Ike Widiawati, dalam Market Outlook 2024 yang diselenggarakan Sinarmas Sekuritas secara virtual di Jakarta, 20 Desember 2023.

Baca juga: MAMI: Pemilu 2024 Bawa Dampak Positif Untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pasar Saham RI

“Jadi kembali lagi ke skenario satu putaran itu jauh lebih baik, satu putaran itu lebih possible untuk IHSG mencapai level tertinginya 7.700 mungkin yang lebih possible,” ucap Ike.

Lebih lanjut, Ike menjelaskan bahwa jika pemilu 2024 akan berlangsung lebih dari satu putaran akan memicu kekhawatiran dari sisi pelaku bisnis, di mana kondisi ketidakpastian politik pun akan berlangsung lebih lama lagi.

“Jadi pada saat kalau misalnya putarannya makin lama misal ada dua putaran tiga putaran, kemudian mungkin kondisi pemilu ini tidak berjalan kondusif ini tentunya menjadi salah satu hal yang menjadi kekhawatiran bagi para investor,” imbuhnya.

Baca juga: OJK Targetkan Penghimpunan Dana di Pasar Modal 2024 Tembus Rp200 Triliun

Karena, menurutnya, secara historis IHSG mengalami penurunan pada pra pemilu dan menunjukkan peningkatan pada pasca pemilu. Selain itu, pada awal Januari 2024 juga diperkirakan terdapat dampak positif dari The Fed yang terus menerus menyentuh rekor baru.

“Kalau kita lihat IHSG berada di kisaran 7.200an di mana kalau level tertinggi IHSG 7.377 artinya IHSG masih ada peluang untuk mencapai rekor baru, dengan tren yang sekarang sebenernya 80 persen itu probabilitasnya satu putaran karena kalau dua putaran itu sebenernya jadi worse case lagi,” ujar Ike. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kelola 141 Ton Emas, Pegadaian Beberkan Strategi Pengembangan Bisnis Bullion

Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More

3 hours ago

Realisasi Penyaluran PKE LPEI 2025 Capai Rp13,5 Triliun, Melesat 85 Persen

Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More

6 hours ago

Tak Perlu Khawatir, Bos Pegadaian Jamin Stok Emas Fisik Aman!

Poin Penting Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di… Read More

7 hours ago

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More

16 hours ago

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

16 hours ago