tax amnesty
Jakarta–Guna mendukung program pemerintah dan meningkatkan pengetahuan wajib pajak, Sinarmas Financial Services bersama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengadakan seminar berjudul “Dialog Ekonomi Indonesia terkait Tax Amnesty“.
Direktur Utama PT Bank Sinarmas Tbk, Freenyan Liwang mengatakan, lembaga-lembaga finansial harus selalu tangkas dalam mengadopsi kebijakan pemerintah. Sehingga sangat penting untuk melakukan sosialisasi seperti ini.
“Kita harapkan kebijakan ini membawa efek positif tidak hanya bagi posisi fiskal Indonesia, namun juga bagi lembaga keuangan pada umumnya,” kata Freenyan di Jakarta, Jumat malam, 19 Agustus 2016.
Apalagi lanjutnya, pemerintah memperkirakan. program amnesti pajak ini dapat mengumpulkan aset deklarasi senilai Rp4.000 triliun. Sementara, dana yang akan dibawa pulang dari luar negri (repatriasi) dapat mencapai Rp1.000 triliun.
Dengan begitu, deklarasi aset dan repatriasi diharapkan akan menghasilkan pemasukan pajak sebesar Rp165 triliun. Dana tersebut akan masuk ke berbagai instrumen keuangan seperti obligasi, surat berharga negara, pasar modal, pasar uang dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan.
Dan pada akhirnya, keberhasilan program ini dapat mendorong pendapatan fiskal juga menambah basis data wajib pajak.
“Selain membantu pemerintah mensosialisasikan, program ini membantu wajib pajak memahami detail teknis terkait program tax amnesty,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More