Categories: Ekonomi dan Bisnis

Sinar Mas Land Akuisisi Properti Senilai Rp5,5 Triliun di Inggris

Jakarta—Sinar Mas Land melakukan akuisisi ALPHABETA BUILDING (AB), salah satu bangunan komersial ikonik di pusat kota kota London, Inggris. Nilai akuisisi mencapai £259,3 juta atau atau setara dengan Rp 5,5 triliun. Keberhasilan ini menjadi tonggak pencapaian akuisisi aset tunggal terbesar dalam sejarah grup Sinar Mas Land. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi perusahaan yang tercatat sebagai Sinarmas Land Limited di Bursa Efek Singapura ini sebagai salah satu pelaku usaha property terdepan di Ibu kota Inggris tersebut.

Ferdinand Sadeli, Executive Director Sinar Mas Land Limited mengungkapkan, Sinar Mas Land berhasil mengakuisisi salah satu bangunan komersial nan ikonik yang berlokasi strategis di pusat kota London, Inggris. Ia pun berharap, langkah akuisisi ini semakin memantapkan portofolio properti sekaligus posisi perusahaan sebagai salah satu pelaku usaha properti terdepan di London. “Langkah ini juga mempertegas diversifikasi portofolio investasi dari grup yang memiliki basis usaha di Indonesia” terangnya.

Pasca akuisisi, portofolio grup Sinar Mas Land terkait investasi properti internasional akan diperkuat secara signifikan melalui sewa jangka panjang oleh penyewa terkemuka sehingga dapat menyediakan pendapatan sewa berulang yang stabil. Sejauh ini Sinar Mas Land telah melakukan transaksi dengan nilai lebih dari US$1 miliar didLondon dalam waktu yang relatif singkat, yakni 2,5 tahun sejak akuisisi perdana di ibukota Inggris tersebut pada Juni 2013.

“Sinar Mas Land Group tetap menatap positif prospek jangka panjang dari pasar properti komersial di London, dan terus berupaya mencari peluang investasi di kota tersebut dan beragam kota lainnya di Eropa demi diversifikasi portofolio dan untuk memperoleh apresiasi modal jangka panjang perusahaan,” tutup Ferdinand.(*) Apriyani Kurniasih

Apriyani

Recent Posts

DPLK Avrist Targetkan Nasabah Tumbuh 15 Persen di 2026

Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More

5 mins ago

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

15 mins ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

33 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

43 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

1 hour ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

2 hours ago